Sidebar atas

Kamis, September 30, 2010

STANDAR ISI PELAJARAN IPS SMP/MTs

STANDAR ISI PELAJARAN IPS SMP/MTs

Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah(MTs)
  1. A. Latar Belakang
    Ilmu Pengetahuan Sosial(IPS)merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB.IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep,dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang SMP/MTs mata pelajaran IPS memuat materi Geografi,Sejarah, osiologi,dan Ekonomi.Melalui mata pelajaran IPS,peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab,serta warga dunia yang cinta damai.
  1. Di masa yang akan datang peserta didik akan menghadapi tantangan berat karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat.Oleh karena itu mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan,pemahaman,dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis.
  2. Mata pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di masyarakat. Dengan pendekatan tersebut diharapkan peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan.
B. Tujuan
  1. Mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
    1.Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat
    dan lingkungannya
    2.Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu,
    inkuiri,memecahkan masalah,dan keterampilan dalam kehidupan sosial
    3.Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan
    4.Memiliki kemampuan berkomunikasi,bekerjasama dan berkompetisi
    dalam masyarakat yang majemuk,di tingkat lokal,nasional,dan global.
C. Ruang Lingkup
  1. Ruang lingkup mata pelajaran IPS meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
    1.Manusia, Tempat, dan Lingkungan
    2.Waktu, Keberlanjutan, dan Perubahan
    3.Sistem Sosial dan Budaya
    4.Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan.
Selengkapnya Silahkan Download File Dibawah Ini : 
1. File Bentuk PDF 

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Rabu, September 29, 2010

STANDAR ISI PELAJARAN KETRAMPILAN SMP/MTs

STANDAR ISI PELAJARAN KETRAMPILAN SMP/MTs

Mata Pelajaran Keterampilan untuk Sekolah Menengah Pertama
(SMP)/Madrasah Tsanawiyah(MTs)
  1. A. Latar Belakang
    Usaha mengembangkan manusia berkualitas yang siap menghadapi berbagai tantangan hidup dimulai sedini mungkin melalui pendidikan.Kegiatan pendidikan diberikan antara lain melalui sejumlah mata pelajaran yang dimaksudkan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan bervariasi bagi peserta didik. Tidak semua lulusan SMP/MTs melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi,sebagian diantaranya harus memasuki dunia kerja. Oleh sebab itu mata pelajaran keterampilan perlu diberikan pada peserta didik di tingkat SMP/MTs.Mata pelajaran Keterampilan diarahkan agar peserta didik dapat mengembangkan kecakapan hidup (life skills) yang meliputi keterampilan personal,sosial, pra- vokasional,dan akademik. Penekanan jenis keterampilan yang dipilih oleh satuan pendidikan perlu mempertimbangkan minat dan bakat peserta didik serta potensi lokal, lingkungan budaya, kondisi ekonomi dan kebutuhan daerah.
  1. Keterampilan personal dan sosial diperlukan oleh seluruh peserta didik,keterampilan akademik diperlukan oleh mereka yang akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan keterampilan pra-vokasional diperlukan oleh mereka yang akan memasuki dunia kerja.Keterampilan pra-vokasional memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat dalam berbagai pengalaman apresiasi dan berkreasi untuk menghasilkan suatu karya yang bermanfaat langsung bagi kehidupan peserta didik.Seluruh aktivitas pembelajaran memberikan bekal kepada peserta didik agar adaptif,kreatif dan inovatif melalui pengalaman belajar yang menekankan pada aktivitas fisik dan aktivitas mental.Peserta didik melakukan interaksi dengan produk kerajinan dan teknologi yang ada di lingkungannya untuk dapat menciptakan berbagai jenis produk kerajinan maupun produk teknologi.
  2. Orientasi pembelajaran Keterampilan pra-vokasional adalah memfasilitasi pengalaman emosi,intelektual,fisik,persepsi,sosial,estetika,artistik dan kreativitas peserta didik dengan melakukan aktivitas apresiasi dan kreasi terhadap berbagai produk.Kegiatan ini dimulai dari mengidentifikasi potensi di sekitar peserta didik untuk diubah menjadi produk yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Pembelajaran dirancang secara sistematis melalui tahapan meniru,memodifikasi,dan mengubah fungsi produk yang ada menuju produk baru yang lebih bermanfaat.
  3. Standar kompetensi dan kompetensi dasar berikut merupakan salah satu alternatif pembelajaran yang dapat diberikan oleh sekolah/madrasah.Setiap satuan pendidikan dapat menawarkan pelajaran keterampilan lain yang sesuai dengan minat dan bakat peserta didik serta potensi lokal,lingkungan budaya,kondisi ekonomi dan kebutuhan daerah, dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan sendiri.
B. Tujuan
  1. Mata pelajaran Keterampilan pra-vokasional bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
    1.Mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan membuat berbagai produk kerajinan dan produk teknologi yang berguna bagi kehidupan manusia
    2.Memiliki rasa estetika, apresiasi terhadap produk kerajinan, produk teknologi, dan artefak dari berbagai wilayah Nusantara maupun dunia
    3.Mampu mengidentifikasi potensi daerah setempat yang dapat dikembangkan melalui kegiatan kerajinan dan pemanfaatan teknologi sederhana
    4.Memiliki sikap profesional dan kewirausahaan.
Selengkapnya Silahkan Download File Dibawah Ini : 
1. File Bentuk PDF
2. File Bentuk DOC 

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

STANDAR ISI PELAJARAN BAHASA INGGRIS SMP/Ts

STANDAR ISI PELAJARAN BAHASA INGGRIS SMP/Ts

Mata Pelajaran Bahasa Inggris untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/ Madrasah Tsanawiyah (MTs)
  1. A. Latar Belakang
    Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual,sosial,dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi.Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya,dan budaya orang lain.Selain itu,pembelajaran bahasa juga membantu peserta didik mampu mengemukakan gagasan dan perasaan,berpartisipasi dalam masyarakat,dan bahkan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya.
  1. Bahasa Inggris merupakan alat untuk berkomunikasi secara lisan dan tulis. Berkomunikasi adalah memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan,teknologi,dan budaya.Kemampuan berkomunikasi dalam pengertian yang utuh adalah kemampuan berwacana,yakni kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa,yaitu mendengarkan,berbicara,membaca dan menulis.Keempat keterampilan inilah yang digunakan untuk menanggapi atau menciptakan wacana dalam kehidupan bermasyarakat.Oleh karena itu,mata pelajaran Bahasa Inggris diarahkan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan tersebut agar lulusan mampu berkomunikasi dan berwacana dalam bahasa Inggris pada tingkat literasi tertentu.
  2. Tingkat literasi mencakup performative,functional,informational,dan epistemic. Pada tingkat performative,orang mampu membaca,menulis,mendengarkan,dan berbicara dengan simbol-simbol yang digunakan.Pada tingkat functional,orang mampu menggunakan bahasa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperti membaca surat kabar,manual atau petunjuk.Pada tingkat informational,orang mampu mengakses pengetahuan dengan kemampuan berbahasa,sedangkan pada tingkat epistemic orang mampu mengungkapkan pengetahuan ke dalam bahasa sasaran(Wells,1987).
  3. Pembelajaran bahasa Inggris di SMP/MTs ditargetkan agar peserta didik dapat mencapai tingkat functional yakni berkomunikasi secara lisan dan tulis untuk menyelesaikan masalah sehari-hari,sedangkan untuk SMA/MA diharapkan dapat mencapai tingkat informational karena mereka disiapkan untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Tingkat literasi epistemic dianggap terlalu tinggi untuk dapat dicapai oleh peserta didik SMA/MA karena bahasa Inggris di Indonesia berfungsi sebagai bahasa asing.
B. Tujuan
  1. Mata Pelajaran Bahasa Inggris di SMP/MTs bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
    1. Mengembangkan kompetensi berkomunikasi dalam bentuk lisan dan tulis untuk mencapai tingkat literasi functional
    2. Memiliki kesadaran tentang hakikat dan pentingnya bahasa Inggris untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam masyarakat global
    3. Mengembangkan pemahaman peserta didik tentang keterkaitan antara bahasa dengan budaya.
Selengkapnya Silahkan Download File Dibawah Ini : 
1. File Bentuk PDF 
2. File Bentuk DOC

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Selasa, September 28, 2010

STANDAR ISI PELAJARAN PKN SMP/MTs

STANDAR ISI PELAJARAN PKN SMP/MTs

Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Menengah
Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)
  1. A.Latar Belakang
    Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.Hakikat negara kesatuan Republik Indonesia adalah negara kebangsaan modern.Negara kebangsaan modern adalah negara yang pembentukannya didasarkan pada semangat kebangsaan atau nasionalisme yaitu pada tekad suatu masyarakat untuk membangun masa depan bersama di bawah satu negara yang sama walaupun warga masyarakat tersebut berbeda-beda agama, ras, etnik, atau golongannya. [Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia, 1998].
  1. Komitmen yang kuat dan konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, perlu ditingkatkan secara terus menerus untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Secara historis,negara Indonesia telah diciptakan sebagai Negara Kesatuan dengan bentuk Republik.
  2. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. [Pembukaan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945]
  3. alam perkembangannya sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 sampai dengan penghujung abad ke-20, rakyat Indonesia telah mengalami berbagai peristiwa yang mengancam keutuhan negara. Untuk itu diperlukan pemahaman yang mendalam dan komitmen yang kuat serta konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Konstitusi Negara Republik Indonesia perlu ditanamkan kepada seluruh komponen bangsa Indonesia, khususnya generasi muda sebagai generasi penerus.
  4. Indonesia harus menghindari sistem pemerintahan otoriter yang memasung hak- hak warga negara untuk menjalankan prinsip-prinsip demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kehidupan yang demokratis di dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga,sekolah,masyarakat, pemerintahan,dan organisasi-organisasi non-pemerintahan perlu dikenal,dipahami,diinternalisasi, dan diterapkan demi terwujudnya pelaksanaan prinsip- prinsip demokrasi. Selain itu, perlu pula ditanamkan kesadaran bela negara,penghargaan terhadap hak azasi manusia,kemajemukan bangsa, pelestarian
  5. lingkungan hidup, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, serta sikap dan perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme.
    Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warganegara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.
B. Tujuan
  1. Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
    1. Berpikir secara kritis,rasional,dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan
    2.Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta anti- korupsi
    3.Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya
    4. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
Selengkapnya Silahkan Download File Dibawah Ini : 
1. File Bentuk PDF 
2. File Bentuk DOC 

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

STANDAR ISI PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM(IPA) SMP/MTs

STANDAR ISI PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM(IPA) SMP/MTs

Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Menengah Pertama
(SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

  1. A. Latar Belakang
    Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis,sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta,konsep-konsep,atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar,serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari.Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah.Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.
  1. IPA diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan. Penerapan IPA perlu dilakukan secara bijaksana untuk menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan. Di tingkat SMP/MTs diharapkan ada penekanan pembelajaran Salingtemas (Sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat) secara terpadu yang diarahkan pada pengalaman belajar untuk merancang dan membuat suatu karya melalui penerapan konsep IPA dan kompetensi bekerja ilmiah secara bijaksana.
  2. Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Oleh karena itu pembelajaran IPA di SMP/MTs menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah.
  3. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) IPA di SMP/MTs merupakan standar minimum yang secara nasional harus dicapai oleh peserta didik dan menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum di setiap satuan pendidikan. Pencapaian SK dan KD didasarkan pada pemberdayaan peserta didik untuk membangun kemampuan, bekerja ilmiah, dan pengetahuan sendiri yang difasilitasi oleh guru.
B. Tujuan
  1. Mata pelajaran IPA di SMP/MTs bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
    1. Meningkatkan keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaanNya
    2. Mengembangkan pemahaman tentang berbagai macam gejala alam, konsep dan prinsip IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
    3. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif, dan kesadaran terhadap adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi, dan masyarakat
    4. Melakukan inkuiri ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bersikap dan bertindak ilmiah serta berkomunikasi
    5. Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan lingkungan serta sumber daya alam
    6. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan
    7. Meningkatkan pengetahuan, konsep, dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.
Selengkapnya Silahkan Download File Dibawah Ini: 
1. File Bentuk PDF 
2. File Bentuk DOC 

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Senin, September 27, 2010

STANDAR ISI PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMP/MTs

STANDAR ISI PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMP/MTs

  1. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama
    (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)
    A. Latar Belakang
    Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut, dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya.
  1. Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia.
    Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa,dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Standar kompetensi ini merupakan dasar bagi peserta didik untuk memahami dan merespon situasi lokal, regional, nasional, dan global.
  2. Dengan standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia ini diharapkan:
    1.peserta didik dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan minatnya, serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya kesastraan dan hasil intelektual bangsa sendiri;
    2.guru dapat memusatkan perhatian kepada pengembangan kompetensi bahasa
    peserta didik dengan menyediakan berbagai kegiatan berbahasa dan sumber belajar;
    3.guru lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan peserta didiknya;
    4.orang tua dan masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program
    kebahasaan daan kesastraan di sekolah;
    5.sekolah dapat menyusun program pendidikan tentang kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan keadaan peserta didik dan sumber belajar yang tersedia;
    6.daerah dapat menentukan bahan dan sumber belajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi dan kekhasan daerah dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional.

  3. B.Tujuan
    Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
    1.Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis
    2.Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara
Selengkapnya Silahkan Download File Dibawah Ini : 
1. File Bentuk PDF
2. File bentuk DOC 

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Sabtu, September 25, 2010

STANDAR ISI PKN SMA/MA

STANDAR ISI PKN SMA/MA

Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Menengah Atas(SMA)/ Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah(MA)/Madrasah Aliyah Kejuruan(MAK)




  • A. Latar Belakang
    Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hakikat negara kesatuan Republik Indonesia adalah negara kebangsaan modern. Negara kebangsaan modern adalah negara yang pembentukannya didasarkan pada semangat kebangsaan --atau nasionalisme-- yaitu pada tekad suatu masyarakat untuk membangun masa depan bersama di bawah satu negara yang sama walaupun warga masyarakat tersebut berbeda-beda agama, ras, etnik, atau golongannya. [Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia, 1998].

    1. Komitmen yang kuat dan konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, perlu ditingkatkan secara terus menerus untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Secara historis, negara Indonesia telah diciptakan sebagai Negara Kesatuan dengan bentuk Republik.
      Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. [Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945].
      Dalam perkembangannya sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 sampai dengan penghujung abad ke-20, rakyat Indonesia telah mengalami berbagai peristiwa yang mengancam keutuhan negara. Untuk itu diperlukan pemahaman yang mendalam dan komitmen yang kuat serta konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Konstitusi Negara Republik Indonesia perlu ditanamkan kepada seluruh komponen bangsa Indonesia, khususnya generasi muda sebagai generasi penerus.
      Indonesia harus menghindari sistem pemerintahan otoriter yang memasung hak-hak warga negara untuk menjalankan prinsip-prinsip demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kehidupan yang demokratis di dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintahan, dan organisasi-organisasi non-pemerintahan perlu dikenal, dipahami, diinternalisasi, dan diterapkan demi terwujudnya
      pelaksanaan prinsip-prinsip demokrasi. Selain itu, perlu pula ditanamkan kesadaran bela negara, penghargaan terhadap hak azasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, serta sikap dan perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme.
      Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warganegara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.
    2. B. Tujuan
      Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
      1. Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan
    Selengkapnya Silahkan Download File Dibawah Ini: 
    1. Bentuk PDF 
    2. Bentuk DOC

  • Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner

    Rabu, September 22, 2010

    PANDUAN PENYELENGGARAAN SISTEM KREDIT SEMESTER/SKS

    PANDUAN PENYELENGGARAAN SISTEM KREDIT SEMESTER/SKS

    BAB I PENDAHULUAN
    1. A. Latar Belakang
      Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester (SKS) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di Indonesia saat ini merupakan suatu upaya inovatif untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pada hakikatnya, SKS merupakan perwujudan dari amanat Pasal 12 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 tahun
      2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
    1. Pasal tersebut mengamanatkan bahwa “Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak, antara lain: (b) mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya; dan (f) menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan. Amanat dari pasal tersebut selanjutnya dijabarkan lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19
      Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Sebagaimana diketahui bahwa Standar Isi merupakan salah satu standar dari delapan Standar Nasional Pendidikan.
    2. Standar Isi mengatur bahwa beban belajar terdiri atas dua macam, yaitu: (1) Sistem Paket, dan (2) Sistem Kredit Semester. Meskipun SKS sudah disebut dalam Standar Isi, namun hal itu belum dimuat dan diuraikan secara rinci karena Standar Isi hanya mengatur Sistem Paket. Selengkapnya pernyataan tersebut adalah: “Beban belajar yang diatur pada ketentuan ini adalah beban belajar sistem paket pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Sistem Paket dalam Standar Isi diartikan sebagai sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku pada satuan pendidikan. Beban belajar setiap mata pelajaran pada Sistem Paket dinyatakan dalam satuan jam pembelajaran.” Beban belajar dengan Sistem Paket hanya memberi satu kemungkinan, yaitu seluruh peserta didik wajib menggunakan cara yang sama untuk menyelesaikan program belajarnya. Implikasi dari hal tersebut yaitu antara lain bahwa peserta didik yang pandai akan dipaksa untuk mengikuti peserta didik lainnya yang memiliki kemampuan dan kecepatan belajar standar. Sistem pembelajaran semacam itu dianggap kurang memberikan ruang yang demokratis bagi pengembangan potensi peserta didik yang mencakup kemampuan, bakat, dan minat.
    3. Berbeda dengan Sistem Paket, beban belajar dengan SKS memberi kemungkinan untuk menggunakan cara yang lebih variatif dan fleksibel sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minat peserta didik. Oleh karena itu, penerapan SKS diharapkan bisa mengakomodasi kemajemukan potensi peserta didik. Melalui SKS, peserta didik juga dimungkinkan untuk menyelesaikan program pendidikannya lebih cepat dari periode belajar yang
      ditentukan dalam setiap satuan pendidikan. SKS dalam Standar Isi diartikan sebagai sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester pada satuan pendidikan. Beban belajar setiap mata pelajaran pada sistem kredit semester dinyatakan dalam satuan kredit semester (sks). Beban belajar satu sks meliputi satu jam pembelajaran tatap muka, satu jam penugasan terstruktur, dan satu jam kegiatan mandiri tidak terstruktur.”
    4. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sesuai dengan kewenangan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan perlu menyusun “Panduan Penyelenggaraan SKS untuk Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA)”. Pentingnya panduan tersebut juga ditegaskan dalam Standar Isi bahwa: Panduan tentang sistem kredit semester diuraikan secara khusus dalam dokumen tersendiri.
    Baca Selengkapnya Silahkan Download File Dibawah Ini : 
    1. Bentuk PDF 
    2. Bentuk DOC 

    Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner

    Minggu, September 19, 2010

    BANTUAN TEKNIS PENGEMBANGAN KURIKULUM

    BANTUAN TEKNIS PENGEMBANGAN KURIKULUM

    Diah Harianti
    (Kepala Pusat Kurikulum - Balitbang Kemdiknas)
    1. Amanat UUSPN serta peraturan-peraturan di bawahnya yang berhubungan dengan pengembangan kurikulum mengakibatkan fungsi dan tugas Pusat Kurikulum mengalami perubahan besar. Pusat Kurikulum yang pada pengembangan kurikulum 75, 84, 94 menjadi ujung tombak, setelah keluar UUSPN bukan lagi sebagai institusi yang mengembangkan kurikulum secara nasional. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) memiliki wewenang dalam menetapkan StandarNasional Pendidikan, termasuk diantaranya adalah Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan. Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan menjadi acuan utama sekolah dalam menyusun kurikulum masing-masing.
    1. Kebijakan Pengembangan Kurikulum
      Perubahan wewenang pengembangan kurikulum nasional ini tidak menjadikan Pusat Kurikulum kehilangan pekerjaan. Tugas Pusat Kurikulum berubah antara lain menjadi membantu sekolah untuk mampu menyusun kurikulum sekolah masing-masing. Pekerjaan ini bukan pekerjaan yang ringan karena saat ini di Indonesia ada 43.461 SD; 12731 SMP, 4499 SMA, 2655 SMK, belum termasuk Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Luar Biasa dan madrasah. Banyaknya sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia tidak memungkinkan Pusat Kurikulum membantu sekolah satu persatu. Harus ada strategi agar sekolah mampu menyusun kurikulum masing-masing.
      Dengan adanya hak maupun tanggung jawab sekolah untuk menyusun kurikulum masing-masing yang disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi dan kekhasannya maka diperlukan upaya untuk memberdayakan sekolah dan daerah agar mereka mampu memahami kebutuhan, kondisi dan kekhasan masing-masing. Harapannya adalah agar mereka dapat mengembangkan kurikulum yang mampu menjadi tulang punggung dalam meningkatkan kemampuan sumber daya manusia daerah tersebut melalui pendidikan yang berdaya saing nasional bahkan internasional sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing, baik dalam menciptakan sekolah bertaraf internasional, sekolah berbasis keunggulan lokal, sekolah mandiri maupun sekolah standar.

    2. Diversifikasi Kurikulum
      Pengembangan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan, potensi, dan kondisi daerah maupun sekolah memerlukan penerjemahan dari pihak sekolah maupun daerah tentang mau ke mana pendidikan di sekolah maupun di daerah itu. Pemerintah pusat tidak memiliki kemampuan untuk menerjemahkan ini sehubungan dengan kompleksitas dan variasi masing-masing daerah dan sekolah. Kemampuan untuk menerjemahkan kebutuhan, potensi, kondisi daerah, dan sekolah sehingga menjadi kurikulumsekolah masing-masing harus dimiliki oleh “stakeholder” daerah dan sekolah tersebut. Kemampuan ini diharapkan mampu membuat pengembangan kurikulum sekolah terus menerus berkembang sehingga menjadi kurikulum yang sesuai untuk sekolah dan daerah tersebut. Oleh karena itu bukan hanya penyusunan kurikulum sekolah saja yang penting, tetapi kemampuan untuk melakukan pengembangan kurikulum yang terus menerus lebih penting lagi. Siklus (penyusunan, pelaksanaan, evaluasi) dalam pengembangan kurikulum untuk mencapai kesempurnaan harus berjalan baik di tingkat sekolah maupun daerah. Stakeholder di daerah dan sekolah harus tahu kurikulum macam apa yang diperlukan oleh mereka.
    Selengkapnya Silahkan Download File Dibawah Ini: 
    1. Bentuk PDF 

    Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner

    Kamis, September 16, 2010

    SILABUS DAN RPP SMA/MA KELES X B BAHASA JAWA

    SILABUS DAN RPP SMA/MA KELES X B BAHASA JAWA

    SILABUS X B
    Nama Sekolah: SMA Negeri I Kutowinangun
    Mapel : Basa Jawa
    Kelas : X / Umum
    Semester: Genap
    1. Standar Kompetensi
      Bisa nulis gagasan awujud wacana Narasi, Deskripsi, Eksposisi, Argumentasi lan Persuasi
    2. Kompetensi Dasar
      Nulis Wacana
    3. MATERI
      Wacana Deskripsi
      Wacana NarasiPengalaman Belajar
      1.Gawe cengkorongan saka topik dadi wacana diskripsi
      2.Nulis wacana narasi sing cocog karo tema lan topik sing wis tinamtu
    1. Indikator
      1.Ngrakit wacana deskripsi adhedhasar tema utawa topik sing wis tinamtu
      2.Ngrakit wacana narasi adhedhasar tema utawa topik sing wis tinamtu
    2. PENILAIAN
      Jenis Tagihan
      Tugas Pribadi
    3. Bentuk Instrumen
      Tes Tinulis
      Instrumen
      Tulisen cengkorongane sawijine topik dadi wacana deskripsi
    4. Alokasi Waktu
      ( Menit )2 x 45
    5. Sumber/Bahan/Alat
    Selengkapnya Silahkan Download File Dibawah Ini: 
    1. File Bentuk PDF 
    2. File Bentuk DOC

    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 
    Mata Pelajaran: Bahasa Jawa 
    Kelas/Semester: X(sepuluh)/ganjil
    Pertemuan ke :
    Alokasi Waktu:
    1. Standar Kompentensi
      Bisa ngapresiasi karya sastra tinulis
    2. Kompetensi Dasar
      1.1.Ngapresiasi cerkak
    3. Indikator
      1.1.1 Nggatekake lakune crita cekak
      1.1.2 Nyebutake wewarah jrone crita cekak
      1.1.3 Nyebutake amanat ing crita mau
      1.1.4 Nyebutake unsur instrinsik ( batin )
      1.1.5 Nyebutake unsur extrinsik ( lahiriah )
    4. TUJUAN PEMBELAJARAN
      1.Bisa nggatekake lan njinggleng cerkak
      2.Bisa nyebutake : wewarah, amanat, unsur, lakune crita cekak
      3.Bisa ngregani ajining cerkak
    5. MATERI PEMBELAJARAN
      Ngapresiasi crita cerkak
    6. METODE
      1.Demonstrasi
      2.Pitakon lan wangsulan
      3.Penugasan
      4.Kuis
    7. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

      1. Kegiatan Awal :
        1.Salam Pambuka
        2.Guru nyawisake wacan cerkak
        3.Siswa nyawisake cathetan
      2. Kegiatan Inti
        1.Guru dhawuh salah sijine siswa maca ing ngarep kelas
        2.Siswa nggatekake kanthi permati
        3.Guru takon, siswa mangsuli, sak walike
        4.Guru lan siswa golek amanat, wewarah, lakune crita, instrinsik dan ekstrinsik
      3. Kegiatan Akhir :
        1.Guru lan siswa nyimpulake milah lan misahake watak watake tokoh sing ala lan sing becik
      4. Salam panutup
    8. ALAT/BAHAN/SUMBER PEMBELAJARAN :
      1.Pustaka Candra
      2.Jaka Lodhang
      3.Wacan teks Jawa
    Selengkapnya Silahkan Download File Dibawah Ini:
    1. File Bentuk PDF
    2. File Bentuk DOC

    Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner

    Rabu, September 15, 2010

    SILABUS DAN RPP SMA/MA KELAS X A BAHASA JAWA

    SILABUS DAN RPP SMA/MA KELAS X A BAHASA JAWA

    SILABUS X A
    Nama Sekolah: SMA Negeri I Kutowinangun
    Mapel : Bahasa Jawa
    Kelas : X(sepuluh) / Umum
    Semester: Gasal/Ganjil
    1. Standar Kompetensi
      Bisa ngrungokake lan mahami sarta tumanggap sadhengah wacana lisan kanthi ngrungoake informasi utawa pawarta sing diwedharake langsung,
      utawa rekaman
    2. KOMPETENSI DASAR
      Ngrungoake woro-woro
      Ngrungokake pawarta
      Ngrungokake crita pengalaman secara langsung utawa saka rekaman
    3. MATERI PEMBELAJARAN
      Woro- Woro
      Pawarta
      Crita Pengalaman
    1. PENGALAMAN BELAJAR
      Siswa nyimak isi / amanat woro-woro
      Siswa nekakake kanthi lisan woro-woro sing dirungu
      Siswa nyemak lan nyathet pokok-pokok isining pawarta
      Siswa nyathet pokok isine pawarta
      Siswa nyemak lan nyathet tokoh-tokoh ing sajroning crita
      Siswa nyritakake tokoh mau
    2. INDIKATOR
      Nyathet isi utama amanat pokok ing sajrone woro-woro sing diandharake
      Anggapi kanthi lisan isine woro-woro
      Nulis pokok-pokok isining pawarta nganggo ukara ringkes
      Crita lisan ringkesaning pawarta
      Mangsuli pitakon saka pawarta
      Nanggapi isining pawarta
      Nyebutake tokoh-tokohing crita
      Nyritakake tokoh-tokohe kanthi runtu
    3. PENILAIAN
      Jenis Tagihan
      Tugas Pribadi
      ( Tinulis lan lisan )
    4. Bentuk Instrumen
      Andharan
    5. Instrumen
      Tulisen amanat utawa isine woro-woro iki
      Critakna kanthi lisan amanate woro-woro sing dirungu
      Tulisen isi amanat ing sajroning pawarta kang kok rungu, nganggo pangejo kang bener
      Critaa ringkesane pawarta
      Kepiye tangkepmu marang isine pawarta sing kongrungu
      Sebutna jenenge tokoh-tokoh crita
      Kepriye bae watake para tokoh mau ?>
    6. ALOKASI WAKTU
      2 x 45 (menit)
    7. SUMBER / BAHAN / ALAT
      Conto Woro-woro
      Pawarta
      Crita Pengalaman
    Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD Dibawah ini : 
    1.File dalam bentuk WORD (DOC) 
    2.File dalam bentuk PDF 

    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 
    Mata Pelajaran:Bahasa Jawa 
    Kelas / Semester:X(sepuluh)/ganjil 
    Pertemuan ke
    Alokasi Waktu
    1. Standar Kompentensi
      Bisa ngrungokake lan mahami sarta tumanggap sadengah wacana lisan kanthi ngrungokake lsp
      Ngrungokake woro-woro, mangerteni isining woro-woro
    2. Kompetensi Dasar
      Nyathet isi utama / amanat pokok ing sajrone woro-woro sing diandharake
    3. Indikator
      Nanggapi kanthi lisan isine woro-woro
    4. TUJUAN PEMBELAJARAN
      Siswa bisa nyathet isine woro-woro
      Siswa bisa gawe woro-woro nganggo Basa Jawa sing bener lan becik
      Siswa bisa macakake woro-woro ing ngarep kelas kanthi lafal sing bener
    5. MATERI PEMBELAJARAN
      Woro-woro
    6. METODE PEMBELAJARAN
      Demonstrasi
      Pitakon & wangsulan
      Diskusi
    7. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

      1. Kegiatan Awal :
        Guru uluk salam pambuka
        Guru maca tuladhane woro-woro
      2. Kegiatan Inti :
        Siswa ngrungokake kanthi temen woro-woro sing diwaca
        Siswa gawe woro-woro bab sing beda
        Siswa maca woro-woro sing wis dadi ing ngarep kelas
      3. Kegiatan Akhir :
        Guru lan siswa bebarengan gawe dudukan bab woro-woro sing ganep, becik, lan gampang dingerteni
        Guru nutup kanthi salam penutup
    8. ALAT / BAHAN / SUMBER BELAJAR
      Kalawarti Penyebar Semangat
      Pawarta Radio ( RRI utawa Radio Swasta )
      Buku Piwulang Basa : Penerbit Sportif
    9. PENILAIAN :
      Proses : Pamacane pawarta lan tumanggape siswa
      Hasil : Kang dikumpulake saka tugas guru, supaya gawe woro-woro
      Observasi: Check – list
    Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD Dibawah ini : 
    3.File dalam bentuk WORD (DOC) 
    4.File dalam bentuk PDF

    Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner

    Senin, September 13, 2010

    SILABUS DAN RPP SMA/MA KELAS XI B BAHASA JAWA

    SILABUS DAN RPP SMA/MA KELAS XI B BAHASA JAWA

    SILABUS XI B
    Nama sekolah :SMA Negeri I Kutowinangun
    Mata Pelajaran :Bahasa Jawa
    Kelas / Semester:XI / Genap
    Standar Kompetensi
    1. Siswa bisa nglairake/mbeberake pikiran penemu, gagasan, lan pangrasa kanthi lesan lumantar sesorah, crita, wawan rembug nganggo basa jawa kanthi unggah ungguh basa kang bener.
    2. Kompetensi Dasar
      a.Rembugan karo wong tuwa utawa wong kang luwih tuwa
      b.Seminar kanthi tema tinamtu
    3. Materi Pokok
      a.Takon
      b.Nglantarake piweling
    4. Atur-atur
      a.Ukara penemu (opini) babagan pariwisata, organisasi, forum resmi
      b.Ukara fakta babagan
    1. Pengalaman Belajar
      a.Siswa gawe naskah rembugan babagan atur-atur
      b.Siswa maragakake pirembugan
      Ngandharake argumentasi manut topik kang dirembug nganggo basa jawa baku
    2. Indikator
      a.Maragakake pirembugan takon
      b.Maragakake babagan piweling
      c.Maragakake tatacarane atur-atur
      Ngandharake argumentasi manut topik kang dirembug nganggo basa jawa baku
    3. Penilaian
      Tagihan
      Kelompok
      Kelompok
    4. Bentuk Inst.
      Performansi/maragakake
      Performansi/maragakake
    5. Instrumen
      a.Coba tindakna carane takon
      b.Coba tindakna carane nglantarake piweling
      c.Coba tindakna tata carane
    6. atur-atur
      a.Andharna penemu kanthi lesan babagan pariwisata
      b.Andharna penemu kanthi lesan babagan organisasi
      c.Andharna
      Alokasi Waktu
      2 x 45 menit
    7. Sumber Bahan
      Naskah pirembugan
      Makalah seminar
    Selengkapnya Silahkan Download File Dibawah Ini :
    1.File Bentuk PDF 
    2.File Bentuk DOC 

    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 
    Mata Pelajaran :BAHASA JAWA 
    Kelas/Semester :XI IA lan IS/ Genap. 
    Pertemuan ke :
    Alokasi waktu :2 x 3 x 45 menit
    1. Standar kompetensi
      Siswa bisa ngrukokake, ngerti lan nanggapi saben wacana lisan, tanggap wacana/khotbah.
    2. Kompetensi dasar
      1.1 Ngrungokake musyawarah lan nanggapi.
      1.2 Nanggapi jroning musyawarah.
    3. Indikator
      1.Ngrungokake musyawarah
      1.Nyatet wosing musyawarah
      2.Ngangkum / ngringkes wosing musyawarah
      3.Nakokake lan mangsuli wosing musyawarah
      4.Ngaturake kritikan lan penyengkuyung
      I.Tujuan Pembelajaran
      II.Materi
      Musyawarah
      III.Metode Pembelajaran
      1.Ceramah bervariasi
      2.Tanya jawab/pitakon & wangsulan
      3.Demonstrasi
      4.Diskusi
      IV.Skenario Pembelajaran
      1.Guru uluk salam
      2.Guru nerangake peranganing musyawarah
      3.Siswa mbagi kelompok
      4.Guru menehi tugas supaya siswa nganakake musyawarah
      5.Siswa nyimpulake peranganing ukara kanggo musyawarah
      6.Siswa nggawe laporan hasil musyawarah
      V.Sumber lan Media Pembelajaran
      a.Sumber belajar
      b.Paraga siswa
      c.Sarana pelajaran
      d.Piranti nulis
      VI.Penilaian
      a.Penilaian proses
      -Panyengkuyunge para siswa ing sakjroning nyimak musyawarah
      b.Penilaian hasil
      -Pikolehing siswa nggone melu musyawarah tumeka rampung
    Selengkapnya Silahkan Download File Dibawah Ini : 
    3.File Bentuk PDF 
    4.File Bentuk DOC 

    Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner

    Sabtu, September 11, 2010

    SILABUS DAN RPP SMA/MA KELAS XI A BAHASA JAWA

    SILABUS DAN RPP SMA/MA KELAS XI A BAHASA JAWA

    SILABUS XI A
    Nama sekolah :SMA Negeri I Kutowinangun
    Mata Pelajaran :Bahasa Jawa
    Kelas/Semester:XI / Genap
    Standar Kompetensi
    1. Siswa bisa ngrungokake lan ngerti sarta bisa nanggapi sadhengah wacana lesan awujudtanggap wacana/khotbah/wawan rembug lan musyawarah nganggo undha usuking basa Jawa.
    2. Kompetensi Dasar
      Ngrungokake musyawarah sarta isa nanggapi
    3. Materi Pokok
      Musyawarah
    4. Pengalaman Belajar
      a.Ngrungokake musyawarah
      b.Nyathet wosing musyawarah
      c.Ngrangkum wosing musyawarah
      d.Nakokake lan wajib wosing musyawarah
      e.Ngaturake kritikan lan panyengkuyung
    1. Indikator
      Ngrungokake musyawarah
      Nyathet wosing musyawarah
      Ngrangkum wosing musyawarah
      Nakokake lan njawab wosing musyawarah
      Ngaturake kritikan lan panyengkuyung
    2. Penilaian
      Tagihan
      Tugas pribadi/kelompok
      Bentuk Inst
      Uraian terstruktur
    3. Instrumen
      Apa wae wosing musyawarah
      Gawea ringkesan wohong musyawarah !
      Gawea kritikan lan panyengkuyung kang magepokan karo musyawarah
    4. Alokasi Waktu
      2 x 45’
    5. Sumber Bahan
      Paraga siswa
    Selengkapnya Download Saja File Dibawah Ini :   
    1.File Bentuk PDF  
    2.File Bentuk DOC  

    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN   
    No. . 
    Mata Pelajaran :BASA JAWA
    Kelas/Semester :XI – IA lan IS / Ganjil 
    Pertemuan ke :
    Alokasi waktu :2 x 45 menit
    1. Standar Kompeten
      Siswa bisa ngrungokake lan mangerteni wacana lisan non sastra.
    2. Kompetensi Dasar
      Ngrungokake (kanthi tumemen) lan mangerteni tanggap wacana/khotbah
    3. Indikator
      Nyanthet wosing tanggap wacana/sambutan/khotbah sajroning pirang-pirang ukara
      Mbeberake kanthi lesan ringkesan tanggap wacana/sambutan/khotbah
    4. Tujuan
      Siswa bisa nduweni keterampilan nyimak mligine tanggap wacana/sambutan/khotbah
      Siswa bisa mbeberake kanthi lesan ringkesan tanggap wacana/sambutan/khotbah
    5. Materi
      Tuladha tanggap wacana/sambutan/khotbah
      Perangan-perangane tanggap wacana/sambutan/khotbah
      Wosing tanggap wacana
    6. Metode Pembelajaran
      Ceramah bervariasi
      Tanya jawab/pitakon & wangsulan
      Diskusi
    7. Skenario Pembelajaran
      1.Pambuka
      Guru ngandharake babagan tanggap wacana kanthi metode ceramah (10 menit)
      2.Inti
      Guru maosake tuladha tanggap wacana saka kalawarti/nyetelake rekaman saka radhio
      Siswa nyimak tuladha tanggap wacana
      Guru menehi pitakon babagan tanggap wacana (sapa sing mmicara, katujokake kanggo sapa, lan apa isine tanggap wacana)
      Siswa mangsuli pitakonan kang diparingake guru
      Guru ndhawuhi siswa ngringkes wosing tanggap wacana
      Siswa ngringkes wosing tanggap wacana
      Siswa mbeberake wosing tanggap wacana kantih lisan.
      3.Panutup
      Guru nyimpulake babagan wigati sajroning tanggap wacana
      Refleksi
    8. Sumber Dan Sarana
      Kalawarti. Rekaman Radio
    9. Penilaian
      Penilaian proses : pocapan, intonasi, ejaan, pilihan tembung, jumbuhing karo topik kang ditemtokake
      Penilaian hasil  

     Selengkapnya Download Saja File Dibawah Ini : 
    3.File Bentuk PDF   
    4.File Bentuk DOC   

    Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner

    Jumat, September 10, 2010

    SILABUS DAN RPP SMA/MA KELAS XII B BAHASA JAWA

    SILABUS DAN RPP SMA/MA KELAS XII BAHASA JAWA

    SILABUS XII B
    Nama Sekolah : SMA Negeri I Kutowinangun
    Mata Pelajaran : Bahasa Jawa
    Kelas : XII
    Semester : II
    1. Standar Kompetensi
      Siswa bisa ngrungokake lan ngerti / paham sarta nanggapi werna-werni wacana lisan dudu sastra awujud warta ing samu barang werna-wernaning basa Jawa
    2. Kompetensi Dasar
      1.Ngrungokake warta lan nanggapi
    3. Materi Pokok dan Uraian Materi Pokok
      Pawarta
    4. Pengalaman Belajar
      Ngrungokake pawarta
      Nemokake bakuning pawarta
      Bisa nyritakake isining parat
    5. Indikator
      Nyatet bakuning isining pawarta
      Nakokake lan mangsuli isining pawarta
      Nanggapi isine pawarta
    1. Penilaian
      Jenis Tagihan
      Tugas individu
    2. Bentuk Instrumen
      Tes lisan
    3. Instrumen
      Rungokna pawarta kanthi patitis pawarta iki
      Apa wasing pawarta
      Critakna isining pawarta
      Kepiye panemumu sakwise ngrungokake pawarta kasebut
    4. Alokasi Waktu (Menit)
      2x 45’
    5. Sumber/Bahan Alat
      Buku, TV, Radio, Rekaman pawarta, Kalawarti
    Selengkapnya Silahkan Download Saja File Dibawah Ini :
    1.File Bentuk PDF
    2.File Bentuk DOC

    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
    No: 13.
    Mata Pelajaran : BASA JAWA
    Kelas/Semester : XII-IA Lan IS/Genap
    Pertemuan ke :
    Alokasi waktu : 2 x 45 menit.
    1. Standar Kompetensi
      Bisa ngrungokake lan ngerti sarta nanggapi saben wacana lisan non sastra kang abasa Jawa.
    2. Kompetensi Dasar
      1.1. Ngrungokake warta lan nanggapi pawarta.
    3. Indikator
      Nyatet bakuning isining pawarat.
      Nakokake lan mangsuli isining pawarta.
      Nanggapi isining pawarta.
    4. Tujuan Pembelajaran
      Siswa bisa nyatet bakuning isining pawarat.
      Siswa bisa nakokake lan mangsuli isining pawarta.
      Siswa bisa nanggapi isining pawarta.
    5. Materi Pembelajaran
      Pawarta
    6. METODE P[EMBELAJARAN
      Demonstrasi
      Pitakon & wangsulan
      Diskusi
    7. SKENARIO PEMBELAJARAN
    8. Kegiatan
      Purwaka
      1.Guru nata kahanan siswa supaya suasana tertib.
      2.Para siswa kanthi tertib nampa wulangan.
      3.Guru menehi keterangan marang siswa babagan pawarta.
    9. Inti
      1. Siswa ngrungokake rekaman pawarta kang disediakake guru kanthi premani.
      2. Siswa nakokake bakuning pawarta.
      3. Siswa nyritakake isining pawarta nganggo basa dhewe.
      4. Siswa bisa nanggapi isining pawarta.
      5. Siswa bisa nggawe pawarta.
    10. Penutup
      1.Guru bebarengan para siswa ndudut isining pawarta.
    Selengkapnya Silahkan Download Saja File Dibawah Ini :
    3.File Bentuk PDF
    4.File Bentuk DOC

    Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner

    Kamis, September 09, 2010

    SILABUS DAN RPP SMA/MA KELAS XII A BAHASA. JAWA

    SILABUS DAN RPP SMA/MA KELAS XII A BAHASA.JAWA
    SILABUS XII A

    Nama Sekolah : SMA Negeri I Kutowinangun
    Mata Pelajaran : Bahasa Jawa
    Kelas : XII ( IPA dan IPS)
    Semester : I (ganjil)
    1. Standar Kompetensi
      Bisa ngrungokake lan mahami sarta nanggapi sadhengah wacana lesan non sastra awujud pawarta ana ing maneka warna Basa Jawi
    2. Kompetensi Dasar
      Ngrungokake lan nanggapi pawarta
    3. Materi Pokok dan Uraian Materi Pokok
      Pawarta
    4. Pengalaman Belajar
      Ngrungokake pawarta.
      Nyathet wosing pawarta.
      Nyritakake isining pawarta.
      Nanggapi isine pawarta
    5. Indikator
      Nyathet pokok-pokok isining pawarta.
      Ngajokake pitakon lan njawab isining pawarta.
      Ngetokake uneg-uneg nanggapi sajeroning pawarta.
    1. Penilaian
      Jenis Tagihan
      Tugas individu
      Bentuk Instrumen
      Uraian bebas
      Instrumen
      Apa isine pawarta
    2. Alokasi Waktu (Menit)
      2 x 45’
    3. Sumber/Bahan Alat
      Buku Piwulangan Basa Jawa
      Rekaman Pawartos Radio
    4. Standar Kompetensi
      Bisa nglairake pikiran, panemu, gagasan lan pangrasa kanthi lesan sajroning maneka warna basa Jawa kanthi unggah-ungguh basa Jawa.
    5. Kompetensi Dasar
      Pacelathon karo sadhengah lapisan masyarakat
    6. Materi Pokok dan Uraian Materi Pokok
      Teks pacelathon
    7. Pengalaman Belajar
      Siswa bisa ngetrapake unggah ungguh basa Jawa
    8. Indikator
      Pacelathon karo wong liya lumantar tulisan / lesan kanthi ukara pokok lan panjaluk kang becik lan bener kang trep karo unggah ungguh basa Jawa
    9. Penilaian
      Jenis Tagiha
      Tugas kelompok
      Bentuk Instrumen
      Uraian praktek
      Instrumen
      Gawea pacelathon
    10. Alokasi Waktu (Menit)
      2x 45’
    11. Sumber/Bahan Alat
      Buku Piwulang Basa Jawa
    Lebih Lengkap Download Saja File Dibawah Ini :
    1. File Bentuk PDF
    2. File Bentuk DOC

    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
    Mata Pelajaran : BAHASA JAWA
    Kelas Semester : XII-1A dan IS/Ganjil
    Pertemuan ke :
    Alokasi waktu : 2 x 2 x 45 menit
    1. Standar Kompetensi
      Bisa ngrungokake lan mahami sarta nanggapi sedhengah wacan lesan non sastra awujud pawarta/ maneka warna Basa Jawa.
    2. Kompetensi Dasar
      Ngrungokake pawarta
      Nanggapi pawarta
    3. Indikator
      Nyatet pokok-pokok isining pawarta
      Ngajokake pitakon lan njawab isining pawarta
      Ngetokake uneg-uneg, nanggapi pawarta.
    4. Tujuan Pembelajaran
      Siswa bisa nyatet pokok-pokok isining pawarta
      Siswa bisa pitakon lan njawab isining pawarta
      Siswa bisa ngetokake uneg-uneg
    5. Materi Pembelajaran
      Pawarta.
    6. Metode Pembelajaran
      Demontrasi
      Tanya jawab
    Lebih Lengkap Download Saja File Dibawah Ini :
    3. File Bentuk PDF
    4. File Bentuk DOC

    Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner