Sidebar atas

Sabtu, November 20, 2010

JUKNIS ANALISIS KONDISI SATUAN PENDIDIKAN ISI (REVISI)

JUKNIS ANALISIS KONDISI SATUAN PENDIDIKAN ISI (REVISI)

A.Latar Belakang
  1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP)adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan,yang berfungsi sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan,kondisi dan potensi daerah,satuan pendidikan dan peserta didik.
  1. KTSP tidak dapat dipisahkan dari upaya pencapaian Standar Nasional Pendidikan (SNP),penyesuaian dengan kondisi satuan pendidikan,masyarakat dan lingkungan.Sehubungan dengan hal tersebut penyusunan KTSP seharusnya diawali dengan analisis konteks yang meliputi analisis SNP,analisis kondisi satuan pendidikan,dan analisis kondisi masyarakat dan lingkungan sekitar sekolah.Oleh sebab itu,KTSP harus disusun sesuai dengan kebutuhan,karakteristik dan potensi satuan pendidikan (internal) serta lingkungan di daerah setempat.Hasil analisis kondisi satuan pendidikan akan dimanfaatkan oleh satuan pendidikan untuk menyusun KTSP dan rencana kerja sekolah.
  2. Dalam Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional(Permendiknas)Nomor 22 Tahun 2006 dinyatakan bahwa salah satu prinsip pengembangan KTSP adalah ”Berpusat pada potensi,perkembangan,kebutuhan,dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya”.Di samping itu dalam panduan penyusunan KTSP yang diterbitkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan(BSNP)juga di nyatakan bahwa”Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi,misi,tujuan,kondisi,dan ciri khas satuan pendidikan.
    Berkaitan dengan hal dimaksud,sebelum menyusun KTSP setiap sekolah harus terlebih dahulu melakukan analisis kondisi dan potensi satuan pendidikan yang meliputi peserta didik,pendidik dan tenaga kependidikan,sarana prasarana,biaya,dan program-program.
  3. Pelaksanaan kegiatan bimtek KTSP di SMA pada Tahun 2009 menunjukkan bahwa belum semua warga sekolah memahami cara melakukan analisis konteks dan memahami pentingnya melakukan analisis konteks.Analisis yang telah dilakukan oleh sekolah belum terpahami keterkaitannya dengan penyusunan KTSP dan rencana kerja sekolah.Hasil supervisi keterlaksanaan KTSP ditemukan bahwa banyak sekolah yang belum memahami bahwa analisis konteks yang mencakup analisis satuan pendidikan, analisis lingkungan dan analisis 8(delapan)SNP merupakan salah satu prosedur kerja yang harus dilakukan oleh sekolah dalam rangka penyusunan KTSP.Disamping itu belum ada naskah panduan yang dapat dijadikan acuan bagi sekolah untuk melakukan analisis satuan pendidikan secara benar dan hasil yang optimal.
  4. Berkaitan dengan permasalahan/kendala dan masukan tersebut di atas,Direktorat Pembinaan Sekolah Menenah Atas (SMA)menyusun dan menerbitkan “Petunjuk Teknis Analisis Kondisi Satuan Pendidikan di SMA” untuk membantu sekolah agar dapat melakukan analisis satuan pendidikan,sebagai bahan/dokumen laporan analisis konsteks untuk dimanfaatkan dalam penyusunan KTSP dan rencana kerja sekolah.
B.Tujuan
  1. Tujuan penyusunan petunjuk teknis ini adalah:
    1.Sebagai acuan bagi seluruh guru dalam melakukan analisis kondisi satuan pendidikan dan hubungannya dengan standar nasional lainnya untuk pengembangan KTSP;
    2.Untuk meningkatkan pemahaman guru terhadap pemanfaatan hasil analisis untuk penyusunan rencana kerja sekolah.
C.Ruang Lingkup Kegiatan
  1. Ruang lingkup juknis analisis kondisi satuan pendidikan ini mencakup kegiatan:
    1.Penugasan TPK untuk melakukan analisis;
    2.Penyusunan rencana kegiatan analisis;
    3.Penyusunan perangkat analisis(rambu-rambu dan instrumen pengumpulan dan pengolahan data);
    4.Pengumpulan dan pengolahan data dan informasi serta penyusunan draf hasil analisis;
    5.Pembahasan, penyempurnaan, dan finalisasi hasil analisis;
    6.Penandatanganan dokumen hasil analisis;
    7.Penggandaan dan pendistribusian hasil analisis.
D.Unsur yang Terlibat
  1. 1.Kepala SMA,
    2.Tim Pengembang Kurikulum (TPK) sekolah,
    3.Guru/Dewan Guru,
    4.Komite Sekolah.
Baca Selengkapnya Silahkan Download File Dibawah Ini : 
1. File Bentuk PDF 
2. File Bentuk DOC

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Jumat, November 05, 2010

PETUNJUK TEKNIS ANALISIS STANDAR ISI

PETUNJUK TEKNIS ANALISIS STANDAR ISI

A.Latar Belakang
  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP)mengamanatkan bahwa setiap satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah harus menyusun kurikulum dengan mengacu kepada Standar Isi,Standar Kompetensi Lulusan,Standar Pengelolaan,Standar Proses, dan Standar Penilaian,serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan.Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah merupakan salah satu acuan utama bagi satuan pendidikan dalam penyusunan kurikulum (KTSP).
    Permendiknas dimaksud dilengkapi dengan Lampiran Standar Isi yang mencakup(a) Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum,(b)Beban Belajar,(c)Kalender Pendidikan,dan
    Lampiran Standar Kompetensi(SK)dan Kompetensi Dasar(KD)setiap mata pelajaran yang mencakup(a)Latar Belakang,(b)Tujuan,(c)Ruang Lingkup,(d)Standar Kompetensi,dan
    Kompetensi Dasar,(e)Arah Pengembangan.
  1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP)adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh pendidik di masing-masing satuan pendidikan yang berfungsi sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional dengan kesesuaian dan kekhasan,kondisi dan potensi daerah,serta satuan pendidikan dan peserta didik.
  2. Dokumen KTSP terdiri atas dokumen I yang meliputi Komponen KTSP(Tujuan tingkat satuan pendidikan, Struktur dan Muatan Kurikulum,serta Kalender Pendidikan), dan dokumen II– yang meliputi silabus seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal untuk semua tingkat kelas.Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi,kompetensi dasar,materi pembelajaran,kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian,alokasi waktu,dan sumber belajar.Mengacu pada substansi silabus dimaksud,maka dalam pengembangannya harus melalui proses pengkajian/analisis seluruh substansi dokumen Standar Kompetensi(SK)dan Kompetensi Dasar(KD)SMA, mulai dari substansi Tujuan,Ruang Lingkup,SK dan KD mata pelajaran (Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006).
  3. Berdasarkan laporan hasil pelaksanaan kegiatan bimtek KTSP di SMA pada tahun 2009 diperoleh data dan informasi antara lain sebagai berikut:
    Masih banyak sekolah yang belum melakukan analisis standar isi dan lampiran standar isi tentang SK dan KD mata pelajaran,karena belum memahami pentingnya dan keterkaitan hasil analisis dalam penyusunan silabus dan perangkat pembelajaran lainnya;
  4. Pada umumnya dalam mengembangkan silabus,guru hanya mengutip SK dan KD pada Lampiran Standar Isi(belum melakukan pengkajian/pemetaan kompetensi),karena mereka belum memahami bahwa proses pengkajian dimaksud sangat penting dan bermanfaat untuk merumuskan:indikator pencapaian,materi pokok,kegiatan pembelajaran,metode pembelajaran,penentuan bentuk dan jenis soal,serta sumber/bahan belajar;
    Belum semua warga sekolah memahami tata cara analisis standar isi dan lampirannya yaitu SK dan KD;
  5. Terdapat sejumlah sekolah yang telah melakukan analisis SK dan KD,tetapi belum mendokumentasikan secara baik hasil analisisnya,karena mereka belum memahami bahwa dokumen tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen KTSP;
    Belum ada naskah panduan yang dapat dijadikan acuan bagi sekolah untuk melakukan analisis SK dan KD mata pelajaran secara benar dan hasil yang optimal.
    Sebagai salah satu upaya untuk membantu sekolah agar dapat melakukan analisis Standar Isi termasuk lampirannya,Direktorat Pembinaan SMA menyusun dan menerbitkan “Petunjuk Teknis Analisis Standar Isi dan Lampiran Standar Isi Tentang Standar Kompetensi(SK)dan Kompetensi Dasar(KD)Mata Pelajaran SMA”.
B.Tujuan
  1. Tujuan penyusunan petunjuk teknis ini adalah:
    1.Sebagai acuan bagi seluruh guru dalam melakukan analisis Standar Isi(SI)dan hubungannya dengan standar nasional lainnya untuk pengembangan KTSP dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP);
    2.Untuk meningkatkan pemahaman guru terhadap pemanfaatan hasil analisis untuk penyusunan rencana kerja sekolah.
C.Ruang Lingkup Kegiatan
  1. Ruang lingkup juknis analisis Standar Isi ini mencakup kegiatan:
    1.Penugasan TPK untuk melakukan analisis;
    2.Penyusunan rencana dan jadwal pelaksanaan kegiatan analisis;
    3.Penyusunan perangkat analisis (panduan/rambu dan instrumen pengumpulan dan pengolahan data);
    4.Pengumpulan dan pengolahan data dan informasi serta penyusunan draf hasil analisis;
    5.Pembahasan, penyempurnaan,dan finalisasi hasil analisis;
    6.Penandatanganan dokumen hasil analisis;
    7.Penggandaan dan pendistribusian hasil analisis.
D.Unsur yang Terlibat
  1. 1.Kepala Sekolah,
    2.Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Sekolah,
    3.Guru/MGMP Sekolah,
Baca Selengkapnya Silahkan Download File Dibawah Ini: 
1. File Bentuk PDF
2. File Bentuk DOC

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

STANDAR ISI PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI,OLAHRAGA DAN KESEHATAN SMA/MA

STANDAR ISI PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI,OLAHRAGA DAN KESEHATAN SMA/MA

Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)

A.Latar Belakang
  1. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan,bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani,keterampilan gerak,keterampilan berfikir kritis,keterampilan sosial,penalaran,stabilitas emosional,tindakan moral,aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani,olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
  1. Pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup, pendidikan jasmani,olahraga dan kesehatan yang diajarkan di sekolah memiliki peranan sangat penting,yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang terpilih yang dilakukan secara sistematis.Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik,sekaligus membentuk pola hidup sehat dan bugar sepanjang hayat.
    Pendidikan memiliki sasaran pedagogis, oleh karena itu pendidikan kurang lengkap tanpa adanya pendidikan jasmani,olahraga dan kesehatan,karena gerak sebagai aktivitas jasmani adalah dasar bagi manusia untuk mengenal dunia dan dirinya sendiri yang secara alami berkembang searah dengan perkembangan zaman.
    Selama ini telah terjadi kecenderungan dalam memberikan makna mutu pendidikan yang hanya dikaitkan dengan aspek kemampuan kognitif.Pandangan ini telah membawa akibat terabaikannya aspek-aspek moral,akhlak,budi pekerti,seni,psikomotor,serta life skill.Dengan diterbitkannya Undang-undang Nomor 20 Tahun
    2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun
    2005 tentang Standar Nasional Pendidikan akan memberikan peluang untuk menyempurnakan kurikulum komprehensif dalam tujuan pendidikan nasional.
  2. Pendidikan jasmani,olahraga,dan kesehatan merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik,perkembangan psikis,keterampilan motorik,pengetahuan dan penalaran,penghayatan nilai-nilai (sikap-mental-emosional-sportivitas-spiritual-sosial),serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang.
B.Tujuan
  1. Mata pelajaran Jasmani,Olahraga,dan Kesehatan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
    1.Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih
    2.Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik
    3.Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar
    4.Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani,olahraga dan kesehatan
    5.Mengembangkan sikap sportif,jujur,disiplin,bertanggungjawab,kerjasama,percaya diri dan demokratis
    6.Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan
    7.Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna,pola hidup sehat dan kebugaran,terampil,serta memiliki sikap yang positif.
C.Ruang Lingkup
  1. Ruang lingkup mata pelajaran Pendiidikan Jasmani,Olahraga dan Kesehatan untuk meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
    1.Permainan dan olahraga meliputi:olahraga tradisional,permainan.eksplorasi gerak,keterampilan lokomotor non-lokomotor,dan manipulatif, atletik,kasti,rounders,kippers,sepak bola,bola basket,bola voli,tenis meja,tenis lapangan, bulu tangkis,dan beladiri,serta aktivitas lainnya
    2.Aktivitas pengembangan meliputi:mekanika sikap tubuh,komponen kebugaran jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya
    3.Aktivitas senam meliputi:ketangkasan sederhana,ketangkasan tanpa alat, ketangkasan dengan alat,dan senam lantai,serta aktivitas lainnya
    4.Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas,senam pagi,SKJ,dan senam aerobic serta aktivitas lainnya
    5.Aktivitas air meliputi:permainan di air,keselamatan air,keterampilan bergerak di air,dan renang serta aktivitas lainnya
    6.Pendidikan luar kelas,meliputi:piknik/karyawisata,pengenalan lingkungan, berkemah, menjelajah,dan mendaki gunung
    7.Kesehatan,meliputi penanaman budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya yang terkait dengan perawatan tubuh agar tetap sehat,merawat lingkungan yang sehat,memilih makanan dan minuman yang sehat,mencegah dan merawat cidera, mengatur waktu istirahat yang tepat dan berperan aktif dalam kegiatan P3K dan UKS. Aspek kesehatan merupakan aspek tersendiri,dan secara implisit masuk ke dalam semua aspek.
Baca Selengkapnya Silahkan Download File Dibawah Ini: 
1. File Bentuk PDF 
2. File Bentuk DOC

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Rabu, November 03, 2010

STANDAR ISI PELAJARAN KETRAMPILAN SMA/MA

STANDAR ISI PELAJARAN KETRAMPILAN SMA/MA

Mata Pelajaran Keterampilan untuk Sekolah Menengah Atas
(SMA)/Madrasah Aliyah(MA)
A.Latar Belakang
  1. Usaha mengembangkan manusia berkualitas yang siap menghadapi berbagai
    tantangan hidup dimulai sedini mungkin melalui pendidikan.Kegiatan pendidikan diberikan antara lain melalui sejumlah mata pelajaran yang dimaksudkan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan bervariasi bagi peserta didik. Tidak semua lulusan SMA/MA/SMALB melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, sebagian diantaranya harus memasuki dunia kerja.Oleh sebab itu mata pelajaran keterampilan perlu diberikan pada peserta didik di tingkat SMA/MA/SMALB.Mata pelajaran Keterampilan diarahkan agar peserta didik dapat mengembangkan kecakapan hidup (life skills)yang meliputi keterampilan personal,sosial,vokasional,dan akademik.Penekanan jenis keterampilan yang dipilih oleh satuan pendidikan perlu mempertimbangkan minat dan bakat peserta didik serta potensi lokal,lingkungan budaya,kondisi ekonomi dan kebutuhan daerah.
  1. Keterampilan personal dan sosial diperlukan oleh seluruh peserta didik, keterampilan akademik diperlukan oleh mereka yang akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan keterampilan vokasional diperlukan oleh mereka yang akan memasuki dunia kerja.Keterampilan vokasional memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat dalam berbagai pengalaman apresiasi dan berkreasi untuk menghasilkan suatu karya yang bermanfaat langsung bagi kehidupan peserta didik.Seluruh aktivitas pembelajaran memberikan bekal kepada peserta didik agar adaptif,kreatif dan inovatif melalui pengalaman belajar yang menekankan pada aktivitas fisik dan aktivitas mental.Peserta didik melakukan interaksi dengan produk kerajinan dan teknologi yang ada di lingkungannya untuk dapat menciptakan berbagai jenis produk kerajinan maupun produk teknologi.
  2. Orientasi pembelajaran Keterampilan vokasional adalah memfasilitasi pengalaman emosi,intelektual,fisik,persepsi,sosial,estetika,artistik dan kreativitas peserta didik dengan melakukan aktivitas apresiasi dan kreasi terhadap berbagai produk.Kegiatan ini dimulai dari mengidentifikasi potensi di sekitar peserta didik untuk diubah menjadi produk yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.Pembelajaran dirancang secara sistematis melalui tahapan meniru,memodifikasi,dan mengubah fungsi produk yang ada menuju produk baru yang lebih bermanfaat.
  3. Standar kompetensi dan kompetensi dasar berikut merupakan salah satu alternatif pembelajaran yang dapat diberikan oleh sekolah/madrasah.Setiap satuan pendidikan dapat menawarkan pelajaran keterampilan lain yang sesuai dengan minat dan bakat peserta didik serta potensi lokal,lingkungan budaya,kondisi ekonomi dan kebutuhan daerah,dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan sendiri.
B.Tujuan
  1. Mata pelajaran Keterampilan vokasional bertujuan agar peserta didik memmiliki kemampuan sebagai berikut.
    1.Mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan membuat berbagai produk kerajinan dan produk teknologi yang berguna bagi kehidupan manusia
    2.Memiliki rasa estetika,apresiasi terhadap produk kerajinan,produk teknologi,dan artefak dari berbagai wilayah Nusantara maupun dunia
    3.Mampu mengidentifikasi potensi daerah setempat yang dapat dikembangkan melalui kegiatan kerajinan dan pemanfaatan teknologi sederhana
    4.Memiliki sikap profesional dan kewirausahaan.
C.Ruang Lingkup
  1. Mata pelajaran Keterampilan vokasional meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
    1.Keterampilan kerajinan
    2.Pemanfaatan teknologi sederhana yang meliputi teknologi rekayasa,teknologi budidaya dan teknologi pengolahan
    3.Kewirausahaan.
    Struktur pengetahuan dalam mata pelajaran Keterampilan terdiri dari jenis,bentuk, cara kerja dan fungsi kerajinan dan teknologi.Pembelajaran mata pelajaran ini berintegrasi dengan pengetahuan yang telah diperoleh peserta didik dalam mata pelajaran lain.
Baca Selengkapnya Silahkan Download File Dibawah Ini : 
1. File Bentuk PDF 
2. File Bentuk DOC 

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner