Sidebar atas

Kamis, Desember 31, 2009

KAJIAN STANDAR ISI PENDIDIKAN MENENGAH ATAS(SMA)

KAJIAN STANDAR ISI PENDIDIKAN MENENGAH ATAS(SMA)


  1. .LATAR BELAKANG

    1. Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila danUndang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mengemban fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang selanjutnya disingkat sebagai UU Sisdiknas 20/2003.

  1. Program pendidikan nasional diharapkan dapat menjawab tantangan, harapan, dan tantangan yang akan dihadapi oleh anak bangsa baik pada masa kini maupun masa yang akan datang. Pendidikan di masa depan memainkan peran penting sebagai tonggak fundamental bangsa untuk meraih cita-citanya. Menghadapi masa depan yang sudah pasti diisi dengan arus globalisasi dan perkembangan teknologi dan informasi yang sedemikian pesat mengharuskan perlunya perancangan di sektor pendidikan secara tepat. Dunia pendidikan nasional harus mampu melahirkan generasi dengan sumber daya manusia yang unggul agar bisa menghadapi tantangan di masa depan tersebut.
  2. Dalam membangun pendidikan di masa depan perlu dirancang sistem pendidikan yang dapat menjawab harapan dan tantangan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Sistem pendidikan yang dibangun tersebut perlu berkesinambungan dari pendidikan prasekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
  3. Salah satu dimensi yang tidak bisa dipisahkan dari pengembangan dunia pendidikan nasional Indonesia di masa depan adalah kebijakan mengenai kurikulum karena kurikulum merupakan jantung dunia pendidikan. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum di masa depan secara tepat perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sehingga dapat bersaing di era globalisasi tersebut.
  4. Posisi, fungsi, dan kurikulum suatu lembaga pendidikan adalah suatu konsep masyarakat mengenai cara mempersiapkan anggota masyarakat dalam perannya di masa mendatang. Fungsi suatu lembaga pendidikan merupakan harapan atau keinginan masyarakat dalam mendidik generasi muda sehingga mampu berperan dalam mempertahankan nilai-nilai yang dianggap baik, memperbaiki nilai-nilai lama menjadi nilai yang sesuai dengan perkembangan masyarakat, dan mengembangkan nilai-nilai baru yang berguna bagi masyarakat. Fungsi suatu lembaga pendidikan terus berubah dan berkembang sesuai dengan perkembangan yang berlaku di masyarakat. Masyarakat yang berkembang menuntut fungsi baru yang mungkin sama tetapi lebih tinggi derajatnya dibandingkan sebelumnya atau fungsi baru yang sama dalam derajat sebelumnya tetapi memiliki dimensi yang berbeda. Tuntutan masyarakat tersebut dapat pula merupakan kedua-duanya yaitu mempertahankan apa yang sudah ada ditambah dengan dimensi baru yang diperlukan masyarakat.

  5. Baca Selengkapnya Silahkan Download Dibawah Ini :
    1. File Bentuk PDF
    2. File Bentuk DOC .

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

NASKAH AKADEMIK PENDIDIKAN KETERAMPILAN

NASKAH AKADEMIK PENDIDIKAN KETERAMPILAN


  1. .LATAR BELAKANG

    1. Kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas dirasakan semakin mengikat seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni. Persaingan yang terjadi juga semakin tajam meskipun upaya untuk menyemangati bentuk kemitraan semakin disadari oleh pelaku industri dan perdagangan. Kondisi tersebut secara langsung berdampak bagi keharusan negara Indonesia untuk mau dan harus mengikuti segala bentuk dan tingkat perkembangan agar tidak tertinggal dengan negara-negara lain sehingga dapat bersama-sama ikut membangun peradaban dunia.

  1. Kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia saat ini masih sangat rendah jika dibandingkan dengan negara lain bahkan dengan sesama anggota ASEAN. Salah satu faktor utama rendahnya kualitas sumber daya manusia ini tentu berhubungan dengan dunia pendidikan nasional. Program pendidikan nasional yang dirancang diyakini belum berhasil menjawab harapan dan tantangan masa kini maupun di masa depan. Dunia pendidikan nasional perlu dirancang agar mampu melahirkan generasi atau sumber daya manusia yang memiliki keunggulan pada era globalisasi dan keterbukaan arus informasi dan kemajuan alat komunikasi yang luar biasa.
  2. Dalam membangun pendidikan di masa depan perlu dirancang sistem pendidikan yang dapat menjawab harapan dan tantangan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Sistem pendidikan yang dibangun tersebut perlu berkesinambungan dari pendidikan prasekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
    Dalam menghadapi harapan dan tantangan di masa depan, pendidikan merupakan
    sesuatu yang sangat berharga dan dibutuhkan. Pendidikan di masa depan memainkan peranan yang sangat fundamental di mana cita-cita suatu bangsa dan negara dapat diraih. Usaha untuk mengembangkan manusia berkualitas yang siap menghadapi berbagai tantangan di dalam kehidupan harus dimulai sedini mungkin melalui pendidikan.
  3. Salah satu dimensi yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan dunia pendidikan nasional di masa depan adalah kebijakan mengenai kurikulum. Kurikulum merupakan jantungnya dunia pendidikan. Untuk itu, kurikulum di masa depan perlu dirancang dan disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan secara nasional dan meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia. Mutu pendidikan yang tinggi diperlukan untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, demokratis, dan mampu bersaing sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan semua warga negara Indonesia.
  4. Kesejahteraan bangsa Indonesia di masa depan bukan lagi bersumber pada sumber daya alam dan modal yang bersifat fisik, tetapi bersumber pada modal intelektual, modal sosial, dan kredibilitas sehingga tuntutan untuk terus menerus memutakhirkan pengetahuan menjadi suatu keharusan. Mutu lulusan tidak cukup bila diukur dengan standar lokal saja sebab perubahan global telah sangat besar mempengaruhi ekonomi suatu bangsa. Terlebih lagi, industri baru dikembangkan dengan berbasis kompetensi tingkat tinggi, maka bangsa yang berhasil adalah bangsa yang berpendidikan dengan standar mutu yang tinggi. Dengan demikian, fungsi pendidikan sebagai hak asasi manusia yang mendasar, modal ekonomi, sosial dan politik; alat pemberdayaan kelompok yang kurang beruntung, landasan budaya damai, dan sebagai jalan utama menuju masyarakat belajar sepanjang hayat, sesungguhnya merupakan langkah penting bagi pembangunan kualitas sebuah bangsa yang berbudaya dan berkarakter.

  5. Baca Selengkapnya Silahkan Download Dibawah Ini :
    2. File Bentuk DOC.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Rabu, Desember 30, 2009

KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM SENI BUDAYA

KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM SENI BUDAYA


  1. .LATAR BELAKANG

    1. Dalam membangun pendidikan di masa depan perlu dirancang sistem pendidikan yang dapat menjawab harapan dan tantangan terhadap perubah-an-perubahan yang terjadi.Sistem pendidikan yang dibangun tersebut perlu berkesinambungan dari pendidikan prasekolah, pendidikan dasar,pendidik-an menengah,dan pendidikan tinggi.
    2. Dalam menghadapi harapan dan tantangan di masa depan, pendidikan merupakan sesuatu yang sangat berharga dan dibutuhkan. Pendidikan di masa depan memainkan peranan yang sangat fundamental di mana cita-cita suatu bangsa dan negara dapat diraih. Usaha untuk mengembangkan manusia berkualitas yang siap menghadapi berbagai tantangan di dalam kehidupan harus dimulai sedini mungkin melalui pendidikan.

  1. Salah satu dimensi yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan dunia pendidikan nasional di masa depan adalah kebijakan mengenai kurikulum. Kurikulum merupakan jantungnya dunia pendidikan. Untuk itu, kurikulum di masa depan perlu dirancang dan disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan secara nasional dan meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia. Mutu pendidikan yang tinggi diperlukan untuk menciptakan kehi-dupan yang cerdas, damai, terbuka, demokratis, dan tidak selalu tertinggal bahkan mampu bersaing sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan semua warga negara Indonesia.
  2. Kesejahteraan bangsa Indonesia di masa depan bukan lagi bersumber pada sumber daya alam, tetapi pada keunggulan seni budaya lokal yang tidak dimiliki bangsa lain.
    Agar lulusan pendidikan nasional memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif sesuai standar mutu nasional dan internasional, kurikulum di masa depan perlu dirancang sedini mungkin. Hal ini harus dilakukan agar sistem pendidikan nasional dapat merespon secara proaktif berbagai per-kembangan informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Dengan cara seperti ini lembaga pendidikan tidak akan kehilangan relevansi program pembelajarannya terhadap kepentingan peserta didik.
  3. Segala kegiatan yang bertujuan untuk mendidik siswa selanjutnya diterjemahkan dalam bentuk mata pelajaran - mata pelajaran yang keseluruhannya memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan bervariasi bagi siswa. Pengalaman belajar di sekolah mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang saling menghargai, berempati, ulet untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.. Siswa dikondisikan untuk melakukan aktivitas mengapresiasi, berkreasi dan mengaplikasikan seluruh pengetahuan, keterampilan dan sikap yang telah diperolehnya untuk memecahkan masalah dan membuat terobosan-terobosan model baru dengan gagasan yang baik di sekolahnya.
  4. Seni budaya memberikan sumbangan kepada siswa agar berani dan siap bangga akan budaya bangsa sendiri dan menyokong dalam menghadapi tantangan masa depan adalah mata pelajaran seni budaya. Hal ini dikarenakan kompetensi dalam mata pelajaran ini merupakan bagian dari pembekalan life skill kepada siswa. selain itu
    keseluruhan kegiatan pembelajaran seni budaya yang merupakan aplikasi dari mata pelajaran lain dalam menghasilkan suatu produk/karya yang dibuat langsung oleh siswa dapat membuat siswa semakin merasakan manfaat memperoleh pengala-man estetis dalam berkarya.

  5. Baca Selengkapnya Silahkan Download Dibawah Ini :
    1. File Bentuk PDF
    2. File Bentuk DOC

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

NASKAH AKADEMIK PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN

NASKAH AKADEMIK PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN


  1. .LATAR BELAKANG

    1. Rendahnya tingkat kebugaran jasmani peserta didik pada sekolah dari semua tingkat satuan pendidikan di Indonesia dapat dijadikan satu petunjuk umum bahwa mutu program pendidikan jasmani di Indonesia masih rendah. Dari survei yang dilakukan oleh Pusat Kesegaran jasmani Depdiknas terdahulu, diperoleh informasi bahwa hasil pembelajaran Penjas di sekolah secara umum hanya mampu memberikan efek kebugaran jasmani terhadap kurang lebih 15 persen dari keseluruhan populasi peserta didik. Sedangkan dalam penelusuran sederhana lewat test Sport Search (instrumen pemanduan bakat olahraga) dalam aspek yang berkaitan dengan kebugaran jasmani peserta didik SMU, peserta didik Indonesia rata-rata hanya mencapai kategori "Rendah" (Ditjora, 2002).

  1. Rendahnya mutu hasil pembelajaran pendidikan jasmani pun dapat disimpulkan dari keluhan masyarakat olahraga yang mengindikasikan bahwa mutu bibit olahragawan usia dini dari sekolah-sekolah kita sangat rendah. Keluhan ini dapat dikaitkan dengan dua hal. Pertama, para calon olahragawan kita memiliki kelemahan dalam hal kemampuan motoriknya, dari mulai kecepatan, kelincahan, koordinasi, keseimbangan, dan kesadaran ruangnya; kedua, para calon olahragawan kita pun sekaligus memiliki kekurangan dalam hal kemampuan fisik, terutama dalam hal daya tahan umum, kekuatan, kelentukan, power, dan daya tahan otot lokal.
  2. Belum lagi jika ukuran kinerja atau efektivitas PBM Penjas tersebut dinilai dari aspek lain yang seharusnya terintegrasi dalam Penjas. Sebagai contoh kualitas proses yang seharusnya dapat terlihat dari Penjas yang baik, seperti bagaimana guru menerapkan model pengembangan disiplin, pengajaran yang bernuansa DAP (developmentally appropriate practice = praktik pengembangan yang disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan peserta didik), kesadaran guru dalam mengembangkan bukan hanya aspek fisik dan motorik, tetapi aspek kognitif dan mental sosial serta moral peserta didik, yang dipercayai oleh para ahli dapat mengembangkan nilai-nilai dan karakter positif pada diri peserta didik.
  3. Tentu menjadi pertanyaan, mengapa mutu hasil pembelajaran penjas di Indonesia bisa sedemikian rendah? Apakah karena faktor guru yang juga kualitasnya rendah? ataukah disebabkan faktor lain seperti sarana dan prasarana yang tidak memadai? Ataukah semua kelemahan ini harus dialamatkan pada kurikulum yang tidak relevan, serta kurangnya dukungan dari pemerintah dan masyarakat dalam hal pentingnya pendidikan jasmani?
  4. Menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas tentu tidak mudah. Diperlukan penelusuran cermat yang melibatkan berbagai alat telaah multidisipliner, baik yang melibatkan tinjauan dari aspek filosofis, sosiologis, psikologis, budaya, ekonomi serta politik. Namun dalam wilayah praksis, kita dapat mendekati permasalahan ini dalam hubungannya dengan kemampuan guru dan kurikulum yang diberlakukan dalam program Penjas di Indonesia. Kemampuan guru harus ditelusuri dari segi nilai acuan (value orientation)
    (Jewet and Bain, 1995) mereka terhadap program yang menjadi tanggung jawabnya selama ini, sedangkan masalah kurikulum dapat dikaji dalam kaitannya dengan kemampuan sebuah kurikulum sebagai sebuah dokumen dalam memberikan keleluasaan kepada guru untuk melakukan interpretasi dalam hal pelaksanaannya.

  5. Baca Selengkapnya Silahkan Download Dibawah Ini :
    1. File Bentuk PDF
    2. File Bentuk DOC.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Selasa, Desember 29, 2009

KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN


  1. A. LATAR BELAKANG
    Pada Tahun 2005 telah dikeluarkan Permendiknas No. 22 Tentang Standar Isi dan No.
    23 Tentang Standar Kompetensi Lulusan. Selain itu dikeluarkan pula Permendiknas No. 24 yang mengatur tentang Pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan No. 23. Berdasarkan ketentuan-ketentuan tersebut maka mulai diterapkanlah Stándar Isi dan Stándar Kompetensi Lulusan pada beberapa sekolah di seluruh Indonesia, khususnya pada sekolah-sekolah yang telah memiliki kesiapan untuk melaksanakannya.
  1. Setelah diterapkan selama lebih kurang satu tahun, maka perlu dilakukan pemantauan atau bahkan pengkajian terhadap dokumen dan pelaksanaan Stándar Isi. Dalam kerangka itu Permendiknas No. 24 telah menegaskan paranan Balitbang, khususnya Pusat Kurikulum dalam kegiatan pengkajian dalam rangka pengembangan model- model kurikulum. Dalam Permendiknas tersebut ditegaskan bahwa salah satu Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) Pusat Kurikulum adalah melaksanakan pengkajian Standar Isi dalam pengembangan kurikulum untuk pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah serta kejuruan. Salah satu yang menjadi bagian dari kajian tersebut adalah melakukan kajian kurikulum dari berbagai mata pelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang dijadikan sebagai dasar untuk melakukan pengembangan model-model kurikulum yang menjadi tanggung jawab Pusat Kurikulum.
  2. Untuk melaksanakan kegiatan tersebut perlu dilakukan serangkaian kegiatan analisis dan kajian kurikulum, khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
  1. B. Landasan Yuridis
    Kegiatan kajian ini dilaksanakan berdasarkan landasan yuridis sebagai berikut:

    1. Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
      Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1).
    2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar
      Nasional Pendidikan.
    3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006
      Tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
    4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006
      Tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Pendidikan Dasar dan Menengah.
    5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2006
      Tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Pendidikan Dasar dan Menengah.
    6. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Tahun
      2005-2009.
    7. Baca Selengkapnya Silahkan Download Saja Dibawah Ini :
      1. File Bentuk PDF
      2. File Bentuk ZIP


Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Senin, Desember 28, 2009

KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM MATA PELAJARAN BAHASA

KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM MATA PELAJARAN BAHASA


  1. .LATAR BELAKANG

    1. Arus globalisasi dan keterbukaan serta kemajuan dunia informasi dan komunikasi menjadi tantangan yang harus dihadapi dunia pendidikan nasional Indonesia untuk menghasilkan generasi muda yang tangguh dan mampu bersaing dengan bangsa sendiri maupun dengan bangsa lain, di dalam maupun di luar negeri. Untuk itu, perlu dirancang sistem pendidikan nasional, dari tingkat pendidikan prasekolah sampai dengan pendidikan tinggi, yang relevan dengan tuntutan kehidupan dan dunia kerja serta kemajuan ilmu pengetahuan, di masa kini dan yang akan datang.

  1. Salah satu dimensi yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan dunia pendidikan nasional di masa depan adalah kebijakan mengenai kurikulum pendidikan dasar dan menengah, karena kebijakan ini menjadi dasar bagi pelaksanaan proses pembelajaran di setiap satuan pendidikan. Sistem pendidikan nasional harus mampu menghasilkan kurikulum yang berpotensi menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, demokratis, dan mampu bersaing sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan semua warga negara Indonesia.
  2. Agar lulusan pendidikan nasional memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif sesuai standar mutu nasional dan internasional, kurikulum di masa depan perlu dirancang sedini mungkin. Namun untuk itu perlu dilakukan dahulu kajian terhadap kebijakan yang terkait dengan kurikulum yang berlaku pada saat ini. Kajian saat ini difokuskan pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang termuat di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006.
  1. .LANDASAN YURIDIS

    1. Sebagai landasan kegiatan ini adalah UU No. 3 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, terutama Bab X tentang Kurikulum yang dicakup dalam Pasal 36, 37, dan 38. Pasal 36 menyebutkan bahwa (1) pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, (2) kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik, dan (3) kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan peningkatan iman dan takwa; peningkatan akhlak mulia; peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik; keragaman potensi daerah dan lingkungan; tuntutan pembangunan daerah dan nasional; tuntutan dunia kerja; perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; agama; dinamika perkembangan global; dan persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.

    2. Baca Selengkapnya Silahkan Download saja di bawah ini :
      1. File Bentuk PDF
      2. File Bentuk ZIP


Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA

KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA


  1. . LATAR BELAKANG.

    Kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia saat ini masih sangat rendah jika dibandingkan dengan negara lain bahkan dengan sesama Negara anggota ASEAN. Salah satu faktor utama rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia ini terutama yang berhubungan dengan dunia pendidikan nasional. Program pendidikan yang dirancang sebelumnya belum berhasil menjawab harapan dan tantangan masa kini maupun di masa depan.
    Dalam memenuhi harapan dan tantangan di masa depan, pendidikan merupakan sesuatu yang sangat berharga dan dibutuhkan. Pendidikan di masa depan begitu penting dan memainkan peranan yang sangat fundamental di mana cita-cita suatu bangsa dan negara dapat diraih. Bagi masyarakat suatu bangsa, pendidikan merupakan suatu kebutuhan mendasar dan menentukan masa depannya.
  1. Menghadapi masa depan yang sudah pasti diisi dengan arus globalisasi dan keterbukaan serta kemajuan dunia informasi dan komunikasi, pendidikan akan semakin dihadapkan terhadap berbagai tantangan dan permasalahan yang lebih kompleks daripada masa sekarang atau sebelumnya. Dunia pendidikan nasional perlu dirancang agar mampu melahirkan generasi atau sumber daya manusia yang memiliki keunggulan pada era globalisasi dan keterbukaan arus informasi dan kemajuan alat komunikasi yang luar biasa.
  2. Dalam membangun pendidikan di masa depan perlu dirancang sistem pendidikan yang dapat menjawab harapan dan tantangan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Sistem pendidikan yang dibangun tersebut perlu berkesinambungan dari pendidikan prasekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
  3. Salah satu dimensi yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan dunia pendidikan nasional di masa depan adalah kebijakan mengenai kurikulum. Kurikulum merupakan jantungnya dunia pendidikan. Untuk itu, kurikulum di mnasa depan perlu dirancang dan disempurnakan sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan secara nasional dan sekaligus meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia. Mutu penddikan yang tinggi diperlukan untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, demokratis, dan mampu bersaing sehingga diharapkan dapat meningkan kesejahteraan semua warga negara Indonesia.
  4. Kesejahteraan bangsa Indonesia di masa depan tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam dan modal yang bersifat fisik, tetapi bersumber pada modal intelektual, modal sosial, dan kredibilitas sehingga tuntutan untuk terus menerus memmutakhirkan pengetahuan menjadi suatu keharusan. Mutu lulusan tidak cukup
    bila diukur dengan standar lokal saja, sebab perubahan global telah sangat besar mempengaruhi perkembangan ekonomi suatu bangsa. Terlebih lagi, industri baru dikembangkan dengan berbasis kompetensi tingkat tinggi, maka bangsa yang berhasil adalah bangsa yang berpendidikan dengan standar mutu yang tinggi. Dengan demikian, fungsi pendidikan sebagai hak asasi manusia yang mendasar, modal ekonomi, sosial dan politik; alat pemberdayaan kelompok masyarakat yang kurang beruntung, landasan budaya damai, dan sebagai jalan menuju mayarakat belajar sepanjang hayat, sesungguhnya merupakan langkah penting bagi pembangunan kualitas sebuah bangsa yang berbudaya dan berkarakter.

  5. Baca Selengkapnya Silahkan Download di bawah ini :
    1. File Bentuk PDF
    2. File Bentuk DOC

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Jumat, Desember 25, 2009

KISI-KISI SOAL UASBN SD/MI 2009/2010


KISI-KISI SOAL UASBN SD/MI T.PELAJARAN 2009/2010
  1. .Kisi-Kisi Soal Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) SD/MI

    1. .BAHASA INDONESIA SD/MI

      1. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

        1. .Membaca
          Membaca berbagai teks nonsastra berupa teks sederhana, laporan, dan rubrik khusus, serta berbagai karya sastra berupa puisi anak, dongeng, cerita anak-anak, dan drama anak-anak.

      2. KEMAMPUAN YANG DIUJI
        Menentukan isi bacaan
        Menentukan unsur intrinsik dongeng
        Menentukan isi laporan
        Menentukan isi tersurat/ tersirat dari rubrik yang dibaca
        Memahami unsur instrinsik puisi
        Menentukan unsur intrinsik drama anak-anak


  1. INDIKATOR
  2. Disajikan teks nonsastra 3 – 4 paragraf, siswa dapat:
    - menjawab pertanyaan apa
    - menjawab pertanyaan bagaimana
    - menjawab pertanyaan di mana
    - menjawab pertanyaan mengapa
    - menyimpulkan isi bacaan
  3. Disajikan cuplikan cerita rakyat, siswa dapat menentukan:
    - Latar cerita
    - Watak salah satu tokoh dalam cerita
    - Amanat dalam cerita
  4. Disajikan cuplikan dongeng, siswa
    dapat menentukan perbedaan watak dua tokoh dalam dongeng Disajikan laporan, siswa dapat menentukan topiknya
  5. Disajikan cuplikan rubrik khusus dari media cetak,
    siswa dapat menentukan isi/pesannya
  6. Disajikan puisi anak-anak,
    siswa dapat menentukan:
    - Amanatnya
    - Makna salah satu kata dalam puisi
  7. Disajikan cuplikan teks drama anak-anak, siswa dapat menentukan amanatnya
  8. Selengkapnya silahkan DOWNLOAD dibawah ini
    2. File dalam bentuk PDF

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Jumat, Desember 04, 2009

KISI-KISI UJIAN NASIONAL SMK T.PEL 2009/2010

KISI-KISI UJIAN NASIONAL SMK T.PEL 2009/2010

  1. Kisi-Kisi Soal Ujian Nasional SMK

    1. BAHASA INDONESIA SMK
      STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

      1. MEMBACA
        Memahami isi berbagai bentuk wacana nonsastra seperti berbagai teks bacaan dari media cetak, laporan, petunjuk kerja, aturan, otobiografi, biografi, grafik, matriks, bagan, diagram, denah, dan jadwal serta menanggapi
        isinya secara kritis.
      2. MENULIS
        Menulis proposal dan berbagai jenis karangan, surat, dan membuat berbagai laporan
        Mengapresiasikan seni berbahasa seperti iklan, lirik lagu, dan sastra
        (teks prosa, puisi, dan drama)


KEMAMPUAN YANG DIUJI
  1. Membaca
    Menentukan isi dan unsur paragraf
    Menentukan kalimat berbentuk opini
    Menentukan jenis laporan
    Menentukan isi petunjuk kerja
    Menyimpulkan isi laporan
    Menentukan isi grafik dan matriks
    Menentukan tanggapan yang logis dan yang sesuai dengan isi paragraf
    Menentukan makna istilah dalam paragraf
    Menentukan kalimat pertanyaan sesuai isi yang benar
    Menentukan isi riwayat hidup (biografi/otobiografi)
  2. Menulis
    Menulis/melengkapi karangan
    Melengkapi bagian proposal
    Menentukan kesesuaian bagian-bagian proposal
    Menentukan jenis karangan
    Menentukan kalimat yang menyatakan hubungan perbandingan dalam paragraf
    Menentukan penulisan kata dan pilihan kata (diksi)
    Menentukan kerangka karangan
    Menentukan kalimat efektif dalam karangan
    Menyusun topik karangan yang diacak
    Melengkapi paragraf rumpang dalam suatu karangan
    Menentukan ungkapan berdasarkan ilustrasi karangan
    Menentukan bagian-bagian surat berita keluarga
    Menentukan jenis surat
    Menentukan kalimat penutup surat permohonan
    Menentukan isi surat perjanjian jual beli
    Menentukan isi prakata (kata pengantar)
    Menentukan kalimat pembuka surat lamaran pekerja
    Menyunting kalimat laporan
    Menyusun sebuah catatan kaki
    Menentukan isi catatan hasil rapat
    Melengkapi bagian-bagian isi surat kuasa

    Menentukan makna kalimat poster
    Menentukan makna ungkapan dalam lirik lagu
    Menentukan peribahasa sesuai ilustrasi
    Menentukan unsur intrinsik dalam puisi
    Menentukan unsur intrinsik penggalan cerpen, roman, novel
    Menentukan unsur ekstrinsik penggalan novel
    Melengkapi naskah drama dan memahami isinya

  3. BAHASA INGGRIS SMP/MTs

    1. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
    2. LISTENING (Mendengarkan)
      Memahami makna dalam wacana lisan interpersonal, transaksional dan teks fungsional pendek berkaitan dengan kehidupan
      sehari-hari, pekerjaan dan keprofesian.
    3. READING (Membaca)
      Memahami makna dalam wacana tulis interpersonal transaksional, dan teks fungsional pendek berkaitan dengan kehidupan
      sehari-hari, pekerjaan, dan keprofesian.

  4. Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD di bawah ini
    1. File dalam bentuk WORD(DOC)
    2. File dalam bentuk PDF

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

KISI-KISI UJIAN NASIONAL SMP/MTs T.PEL 2009/2010

KISI-KISI UJIAN NASIONAL SMP/MTs T.PEL 2009/2010

  1. Kisi-Kisi Soal Ujian Nasional SMP/MTs.

    1. BAHASA INDONESIA SMP/MTs

      STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

      1. MEMBACA
        Membaca dan memahami berbagai ragam wacana tulis (artikel, berita, opini/tajuk, tabel, bagan, grafik, peta, denah), berbagai karya sastra berbentuk puisi, cerpen, novel, dan drama.
      2. MENULIS
        Menulis karangan nonsastra dengan menggunakan kosakata yang bervariasi dan efektif dalam bentuk buku harian, surat resmi, surat pribadi, pesan singkat, laporan, petunjuk, rangkuman,
        slogan dan poster, iklan baris, teks pidato, karya ilmiah, dan menyunting serta menulis karya sastra puisi dan drama.


KEMAMPUAN YANG DIUJI
  1. Membaca
    Menentukan isi dan bagian suatu paragraf
    Menentukan kritik terhadap isi bacaan
    Menentukan isi dan penyajian teks berita, opini/tajuk
    Menentukan kalimat fakta/pendapat
    Menyimpulkan isi paragraf
    Menentukan isi tajuk
    Menyimpulkan isi grafik, tabel, bagan, peta, denah
    Menentukan unsur intrinsik puisi
    Menentukan unsur intrinsik drama
    Menentukan perbedaan unsur intrinsik beberapa novel
    Menentukan unsur intrinsik cerpen
  2. Menulis
    Menulis catatan pengalaman pada buku harian
    Menentukan isi pesan singkat sesuai konteks
    Menulis/menentukan paragraf laporan
    Menulis/melengkapi surat pribadi
    Menulis/melengkapi surat resmi
    Menulis/menentukan rangkuman
    Menulis/menentukan slogan
    Menulis/melengkapi petunjuk melakukan sesuatu
    Menulis/melengkapi kutipan pidato
    Menentukan unsur karya ilmiah (perumusan permasalahan karya ilmiah, latar belakang karya ilmiah)
    Menyunting kalimat, ejaan/tanda baca, pilihan kata
    Menulis/melengkapi drama
    Menulis/melengkapi puisi
    Menulis/melengkapi pantun

  3. BAHASA INGGRIS SMP/MTs

    1. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
    2. READING (Membaca)
      Memahami makna dalam wacana tertulis pendek baik teks
      fungsional maupun esai sederhana berbentuk deskriptif (descriptive, procedure, maupun report) dan naratif (narrative dan recount) dalam konteks kehidupan sehari- hari.

  4. Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD di bawah ini
    1. File dalam bentuk WORD (DOC)
    2. File dalam bentuk PDF

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Kamis, Desember 03, 2009

KISI-KISI UJIAN NASIONAL SMA/MA T.PEL 2009/2010


KISI-KISI UJIAN NASIONAL SMA/MA T.PEL 2009/2010

  1. Kisi-Kisi Soal Ujian Nasional SMA/MA

    1. BAHASA INDONESIA SMA/MA (PROGRAM BAHASA)
      STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

      1. Membaca
        Memahami secara kritis berbagai jenis wacana tulis/teks nonsastra dan nonteks (berbentuk grafik/tabel) artikel, tajuk rencana, laporan, karya ilmiah, teks esai, biografi, pidato,
        dan berbagai jenis paragraf (naratif, deskriptif, argumentatif, eksposisi, dan persuasif).
      2. Menulis
        Mengungkapkan gagasan, pendapat, perasaan, informasi dalam bentuk teks naratif, deskriptif, eksposisi, argumentatif, persuasif, teks pidato, artikel, proposal, surat dinas, surat dagang, rangkuman, ringkasan, notulen, laporan, dan karya ilmiah dengan mempertimbangkan kesesuaian isi dengan konteks, kepaduan, ketepatan struktur, ejaan, pilihan kata, dan menyunting berbagai jenis wacana tulis.
      3. Kebahasaan
        Menguasai berbagai komponen kebahasaan dalam berbagai bentuk tulisan.
KEMAMPUAN YANG DIUJI
  1. Membaca
    Menentukan ide pokok, fakta, dan opini paragraf
    Menentukan rangkuman, kalimat pernyataan, dan kalimat pertanyaan sesuai dengan isi paragraf artikel
    Menentukan isi teks biografi
    Menentukan jawaban pertanyaan dan simpulan teks
    Menentukan masalah, opini, dan keberpihakan penulis tajuk rencana
    Menentukan pernyataan yang tepat dan simpulan isi grafik/tabel
    Menentukan persamaan isi dan gagasan penulis tajuk rencana/editorial
    Menentukan kalimat utama dan kalimat sumbang dalam paragraf
    Menentukan kalimat persuasif dalam teks pidato
  2. Menulis
    Melengkapi paragraf deskriptif yang rumpang
    Menyusun kalimat menjadi sebuah paragraf eksposisi
    Menentukan kalimat penjelas sesuai dengan topik paragraf argumentasi
    Melengkapi paragraf rumpang
    Menentukan rangkuman dialog
    Menentukan kalimat simpulan dalam notulen
    Menentukan kalimat yang tepat dalam surat lamaran pekerjaan
    Memperbaiki kalimat yang tidak efektif
  3. Kebahasaan
    Menggunakan kata berimbuhan, frasa
    Menentukan pola kalimat
    Melengkapi kalimat dengan klausa
    Memperbaiki ragam kalimat yang tidak resmi
    Menggunakan kata majemuk, kata bermakna konotasi, kata bermakna kias, dan kata bermakna umum/khusus dalam kalimat
Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD Saja di bawah ini
1. File dalam bentuk WORD (DOC)  
2. File dalam bentuk PDF

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Minggu, November 22, 2009

SILABUS BAHASA JAWA KLS. X SMA

SILABUS BAHASA JAWA KLS. X SMA
Nama Sekolah : SMA Negeri I Kutowinangun
Mata pelelajaran : Bahasa Jawa
Kelas : X(sepuluh) / Umum
Semester : Gasal/Ganjil
  1. Standar Kompetensi : Bisa ngrungokake lan mahami sarta tumanggap sadhengah wacana lisan kanthi ngrungoake informasi utawa pawarta sing diwedharake langsung,
    utawa rekaman
  2. KOMPETENSI DASAR
    1. Ngrungoake woro-woro
    2. Ngrungokake pawarta
    3. Ngrungokake crita pengalaman secara langsung utawa saka rekaman
  3. MATERI PEMBELAJARAN
    1. Woro- Woro
    2. Pawarta
    3. Crita Pengalaman
  4. PENGALAMAN BELAJAR
    1. Siswa nyimak isi / amanat woro-woro
    2. Siswa nekakake kanthi lisan woro-woro sing dirungu
    3. Siswa nyemak lan nyathet pokok-pokok isining pawarta
    4. Siswa nyathet pokok isine pawarta
    5. Siswa nyemak lan nyathet tokoh-tokoh ing sajroning crita
    6. Siswa nyritakake tokoh mau
  1. INDIKATOR
    1. Nyathet isi utama amanat pokok ing sajrone woro-woro sing diandharake
    2. Nanggapi kanthi lisan isine woro-woro
    3. Nulis pokok-pokok isining pawarta nganggo ukara ringkes
    4. Crita lisan ringkesaning pawarta
    5. Mangsuli pitakon saka pawarta
    6. Nanggapi isining pawarta
    7. Nyebutake tokoh-tokohing crita
    8. Nyritakake tokoh-tokohe kanthi runtu
  2. PENILAIAN
    1. Jenis Tagihan
      Tugas Pribadi
      ( Tinulis lan lisan )
    2. Bentuk Instrumen
      Andharan
    3. Instrumen
      Tulisen amanat utawa isine woro-woro iki
      Critakna kanthi lisan amanate woro-woro sing dirungu
      Tulisen isi amanat ing sajroning pawarta kang kok rungu, nganggo pangejo kang bener
      Critaa ringkesane pawarta
      Kepiye tangkepmu marang isine pawarta sing kongrungu
      Sebutna jenenge tokoh-tokoh crita
      Kepriye bae watake para tokoh mau ?
  3. ALOKASI WAKTU: 2 x 45 (menit)
  4. SUMBER / BAHAN / ALAT
    1. Conto Woro-woro
    2. Pawarta
    3. Crita Pengalaman
Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD Dibawah ini :
1. File dalam bentuk WORD (DOC)
2. File dalam bentuk PDF


Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Rabu, November 04, 2009

KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM SD

KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM SD

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
  1. .latar Belakang
  2. . Landasan Yuridis
  3. . Tujuan
BAB II LANDASAN TEORETIS
  1. . Pendidikan Dasar: Esensi dan Karakteristiknya
  2. . Praktek Pendidikan Dasar di Indonesia
  3. . Pengembangan Kurikulum Pendidikan Dasar Di Masa Depan
BAB III TEMUAN KAJIAN DAN PEMBAHASAN
  1. . Hasil Kajian Dokumen Standar Isi
  2. . Hasil Kajian Lapangan Implementasi Standar Isi
BAB IV KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
  1. . Kesimpulan
  2. . Rekomendasi
    REFERENSI
BAB I PENDAHULUAN
  1. . LATAR BELAKANG

    1. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat serta globalisasi yang dewasa ini terjadi berdampak positif dan negatif terhadap kehidupan masyarakat, baik kehidupan individu maupun sosial kemasyarakatan. Dampak positif dari perkembangan iptek dan globalisasi tersebut adalah terbukanya peluang pasar kerja sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan negara. Sedangkan dampak negatifnya adalah terjadinya perubahan nilai dan norma kehidupan yang seringkali kontradiksi dengan norma dan nilai kehidupan yang telah ada di masyarakat. Dalam konteks inilah pendidikan, khususnya pendidikan dasar, berperan sangat penting untuk memelihara dan melindungi norma dan nilai kehidupan positif yang telah ada di masyarakat suatu negara dari pengaruh negatif perkembangan iptek dan globalisasi. Proses pendidikan yang benar dan bermutu akan memberikan bekal dan kekuatan untuk memelihara
      ”jatidiri” dari pengaruh negatif globalisasi, bukan hanya untuk kepentingan individu peserta didik, tetapi juga untuk kepentingan kehidupan masyarakat dan negara yang lebih baik.
    2. Oleh karena proses pendidikan itu terjadi di masyarakat, dengan menggunakan berbagai sumber daya masyarakat dan untuk masyarakat, maka pendidikan dituntut untuk mampu memperhitungkan dan melakukan antisipasi terhadap kebutuhan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, sosial, ekonomi, politik, dan kenegaraan secara simultan. Pengembangan pendidikan untuk kepentingan masa depan bangsa dan negara yang lebih baik perlu dirancang secara terpadu sejalan dengan aspek-aspek tersebut di atas, sehingga pendidikan merupakan wahana pengembangan sumber daya manusia yang mampu menjadi ”subyek” pengembangan iptek dan globalisasi. Selain itu, pengembangan pendidikan secara mikro harus selalu memperhitungkan individualitas atau karakteristik perbedaan antar individu peserta didik pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Dengan demikian, kerangka acuan pemikiran dalam penataan dan pengembangan kurikulum pendidikan dasar harus mampu mengakomodasi berbagai pandangan tentang esensi dan fungsi pendidikan dasar secara selektif, sehingga terdapat keterpaduan dalam pemahaman terhadap pendidikan dasar. Dengan pemahaman yang sinergis terhadap esensi dan fungsi pendidikan dasar tersebut, diharapkan masa depan pendidikan dasar di Indonesia akan lebih efektif dan lebih bermutu dalam penataannya, sehingga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif.

  2. . LANDASAN YURIDIS
  3. Selengkapnya Silahkan Ambil atau Download Dibawah Ini.
    1. .Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD DISINI File dalam Format WORD
    2. .Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD DISINI File dalam Format PDF

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Selasa, November 03, 2009

KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM MATA PELAJARAN TIK

KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM MATA PELAJARAN TIK


KATA PENGANTAR ABSTRAK
DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN
  1. . Latar Belakang
  2. . Landasan Yuridis
  3. . Tujuan
BAB II. KAJIAN TEORITIS
  1. . Konsep TIK
  2. . Pembelajaran TIK
  3. . Pengembangan Kurikulum TIK
  4. . Kajian Dokumen dan Lapangan Mata Pelajaran TIK
BAB III. TEMUAN KAJIAN
  1. . Temuan Kajian Dokumen dan Lapangan
  2. . Pembahasan Temuan Kajian Dokumen dan Lapangan
BAB IV. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
  1. . Kesimpulan
  2. . Rekomendasi
DAFTAR PUSTAKA
BAB I. PENDAHULUAN
  1. . Latar Belakang

    1. Pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) atau information and communication technology (TIK), serta meluasnya perkembangan infrastruktur informasi global telah mengubah pola dan cara kegiatan yang dilaksanakan di industri, perdagangan, dan pemerintahan serta sosial politik. Perkembangan ekonomi berbasis TIK dan masyarakat informasi (information society) telah memunculkan paradigma baru yang dominan. Kemampuan untuk terlibat secara efektif dalam revolusi jaringan TIK akan menentukan masa depan bangsa.
    2. Berbagai keadaan menunjukkan bahwa Indonesia belum optimal mendayagunakan potensi secara baik, sehingga Indonesia terancam kesenjangan digital (digital gap) dan semakin tertinggal dari negara-negara maju. Kesenjangan prasarana dan sarana TIK antara perkotaan dan pedesaan, juga memperlebar jurang perbedaan sehingga terjadi pula kesenjangan digital di dalam negara kita sendiri.
    3. Selain itu pemanfaatan TIK belum efektif dan efisien di pemerintahan maupun pelayanan publik. Padahal tata kelola pemerintahan Indonesia saat ini membutuhkan suatu sistem yang baik atau sering disebut Good Corporate Governance atau Good Goverrment. TIK dapat diperankan sebagai fasilitator dalam konteks pembangunan pemerintahan yang bersih, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Proses pemerintahan yang kompleks dapat dimodelkan dengan TIK yang sistematis. Selain untuk pemerintahan, TIK juga bisa sebagai fasilitator dalam peningkatan proses pendidikan, pelayanan publik, perpajakan, pertanian, berbisnis, dan lain-lain.
    4. Untuk itu, Indonesia perlu melakukan terobosan agar secara efektif dapat mempercepat pendayagunaan TIK yang potensinya sangat besar. Dalam hal ini, pemerintah dan masyarakat perlu secara proaktif dan dengan komitmen yang tinggi menumbuhkan komitmen nasional, membentuk lingkungan bisnis yang kompetitif, serta meningkatan kesiapan masyarakat untuk mempercepat pengembangan dan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi secara sistematik.
    5. Perkembangan dunia yang semakin mengglobal dipengaruhi oleh perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Globalisasi dan perdagangan bebas menjadikan dunia semakin penuh dengan kompetisi dan networking. Penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi menjadi sangat krusial untuk mampu bertahan dan bersaing. Pendidikan telah dengan cepat merespon perkembangan dengan memasukkan materi Teknologi Informasi dan Komunikasi ke dalam kurikulum. Penerapan aplikasi Teknologi Informasi yang tepat dalam sekolah dan dunia pendidikan merupakan salah satu faktor kunci penting untuk mengejar ketertinggalan dunia pendidikan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia dari bangsa- bangsa lain. Penyempurnaan kurikulum dilakukan sebagai respon terhadap tuntutan perkembangan informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, tuntutan desentralisasi, dan hak asasi manusia. Oleh karena itu, bahan kajian yang harus dikuasai oleh siswa disesuaikan dengan semua tuntutan yang ada tersebut.

  2. Selengkapnya Silahkan Ambil atau Download Dibawah Ini.
    1. Silahkan DOWNLOAD File dalam Format WORD
    2. Silahkan DOWNLOAD File dalam Format PDF

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Minggu, September 06, 2009

NASKAH AKADEMIK KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM SMP

NASKAH AKADEMIK KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM SMP
Pengantar
Abstrak
Daftar Isi
  1. Bab I Pendahuluan
    1. Latar Belakang
    2. Tujuan
    3. Ruang Lingkup
  2. Bab II Landasan
    1. Landasan Yuridis
    2. Landasan Teoritis
  3. Bab III Temuan Kajian dan Pembahasan
    1. Kajian Dokumen
    2. Kajian Lapangan
    3. Pembahasan Temuan Kajian Dokumen dan Lapangan
  4. Bab IV Kesimpulan dan Rekomendasi
    1. Kesimpulan
    2. Rekomendasi Jangka Pendek
    3. Rekomendasi Jangka Panjang
  1. BAB I PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang
      1. Standar isi merupakan bagian integral yang tidak terpisahkan dari delapan standar yang termasuk dalam lingkup standar nasional pendidikan. Standar isi tersebut memuat lingkup materi dan tingkat kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Suatu standar yang berfungsi sebagai acuan dan main goals di dalam membuat perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan, maka rumusan-rumusan standar isi hendaknya bersifat konseptual, fundamental, esensial, bermakna, akurat, konsisten dan praktis guna mencapai Tujuan Pendidikan Nasional.
      2. Sifat konseptual standar isi menghendaki adanya landasan dasar filosofis, psikologis, akademis, sosiologis, dan manajemen, sehingga rumusan-rumusan yang tertuang dalam dokumen acuan mengakar pada dasar keilmuan, memberikan batang tubuh yang kokoh dengan tidak terlalu terombang ambing oleh dinamika perubahan, tetapi membuka peluang secara fleksibel terhadap perkembangan baru.
        Sifat fundamental standar isi menghendaki pemuatan hal-hal mendasar tentang kemampuan yang hendaknya dimiliki sumber daya manusia baik untuk kepentingan menghadapi problematika masa kini maupun adaptable untuk kepentingan masa mendatang (berifat futuristik).
      3. Sifat esensial standar isi menghendaki pemuatan prinsip-prinsip pokok dari setiap bidang keilmuan dengan terminologi dan ruang lingkup yang telah disepakati pakar nasional, regional maupun internasional yang memberi dukungan berarti terhadap potensi sumber daya manusia yang akan diujudkan dan membuka peluang terhadap dinamika perubahan (kemutakhiran isi).
        Sifat kebermaknaan standar isi untuk pendidikan menghendaki adanya perubahan kepada paradigma science/education for life bukan life for science/education atau science/education for science/education. Hal ini menegaskan bahwa pendidikan yang dimuati isi keilmuan hakikatnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan. Kebermaknaan standar isi menyangkut dimensi-dimensi pengalaman, aturan logis, elaborasi seleksi yang disesuaikan dengan tradisi budayanya maupun dunia disiplin persekolahannya, tuntutan dunia kerja dan dimensi ekspresi yang komunikatif berdasarkan pertimbangan pedagogi.
      4. Sifat akurasi standar isi menghendaki bahwa terminologi yang digunakan di dalam setiap dokumen penyelenggaraan pendidikan harus sesuai dengan yang diakui oleh kesepakatan keilmuan. Dalam hal ini, jika dianut pandangan kurikulum spiral, maka tingkat kedalaman standar isi hendaknya jelas pada setiap jenjang sekolah.

      Gambaran Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD DISINI File Bentuk PDF
      Gambaran Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD DISINI File Bentuk DOC

    بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
    Shahih Bukhari
    -Imam Bukhari-
    Kitab Keutamaan Lailatul Qadar
    Bab 3: Mencari Lailatul Qadar pada Malam yang Ganjil dalam Sepuluh Malam Terakhir
    Dalam hal ini terdapat riwayat Ubadah.[2]
    987. Aisyah رضي الله عنها berkata, "Rasulullah ber'itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan beliau bersabda, 'Carilah malam qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan."
    988. Ibnu Abbas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Carilah Lailatul Qadar pada malam sepuluh yang terakhir dari (bulan) Ramadhan. Lailatul Qadar itu pada sembilan hari yang masih tersisa,[3] tujuh yang masih tersisa, dan lima yang masih tersisa." (Yakni Lailatul Qadar 2/255).
    989. Ibnu Abbas berkata, "Carilah pada tanggal dua puluh empat."[4]
    [2] Yaitu, hadits Ubadah yang maushul yang disebutkan sesudah bab ini.
    [3] Sebagai badal dari perkataan 'al-Asyr al-awaakhir' 'sepuluh hari terakhir'. Sembilan hari yang masih tersisa, maksudnya tanggal dua puluh satu, tujuh hari yang masih tersisa maksudnya tanggal dua puluh tiga, dan lima hari yang masih tersisa maksudnya tanggal dua puluh lima.
    [4] Riwayat ini mauquf (yakni perkataan Ibnu Abbas sendiri), tetapi dirafakan oleh Ahmad. Hadits ini telah ditakhrij di dalam Silsilatul Ahaditsish Shahihah (nomor 1471). 
    Al-Hafizh berkata, "Terdapat kesulitan mengenai perkataan ini yang di dalam riwayat lain dikatakan pada tanggal ganjil. Kesulitan ini dijawab dengan mengkompromikan bahwa lafal yang lahirnya menunjukkan genap itu adalah dihitung dari akhir bulan, sehingga malam dua puluh empat (yang genap) itu adalah malam ketujuh (dihitung dari belakang)."

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

NASKAH AKADEMIK KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM SD

NASKAH AKADEMIK KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM SD
KATA PENGANTAR
ABSTRAK
DAFTAR ISI
  1. BAB I PENDAHULUAN
    1. latar Belakang
    2. Landasan Yuridis
    3. Tujuan
  2. BAB II LANDASAN TEORETIS
    1. Pendidikan Dasar: Esensi dan Karakteristiknya
    2. Praktek Pendidikan Dasar di Indonesia
    3. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Dasar Di Masa Depan
  3. BAB III TEMUAN KAJIAN DAN PEMBAHASAN
    1. Hasil Kajian Dokumen Standar Isi
    2. Hasil Kajian Lapangan Implementasi Standar Isi
  4. BAB IV KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
    1. Kesimpulan
    2. Rekomendasi
    3. REFERENSI
  1. BAB I PENDAHULUAN
    1. LATAR BELAKANG
      1. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat serta globalisasi yang dewasa ini terjadi berdampak positif dan negatif terhadap kehidupan masyarakat, baik kehidupan individu maupun sosial kemasyarakatan. Dampak positif dari perkembangan iptek dan globalisasi tersebut adalah terbukanya peluang pasar kerja sesuai dengan kebutuhan masyarakat
        dan negara. Sedangkan dampak negatifnya adalah terjadinya perubahan nilai dan norma kehidupan yang seringkali kontradiksi dengan norma dan nilai kehidupan yang telah ada di masyarakat.
      2. Dalam konteks inilah pendidikan, khususnya pendidikan dasar, berperan sangat penting untuk memelihara dan melindungi norma dan nilai kehidupan positif yang telah ada di masyarakat suatu negara dari pengaruh negatif perkembangan iptek dan globalisasi. Proses pendidikan yang benar dan bermutu akan memberikan bekal dan kekuatan untuk memelihara
        ”jatidiri” dari pengaruh negatif globalisasi, bukan hanya untuk kepentingan individu peserta didik, tetapi juga untuk kepentingan kehidupan masyarakat dan negara yang lebih baik.
      3. Oleh karena proses pendidikan itu terjadi di masyarakat, dengan menggunakan berbagai sumber daya masyarakat dan untuk masyarakat, maka pendidikan dituntut untuk mampu memperhitungkan dan melakukan antisipasi terhadap kebutuhan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, sosial, ekonomi, politik, dan kenegaraan secara simultan. Pengembangan pendidikan untuk kepentingan masa depan bangsa dan negara yang lebih baik perlu dirancang secara terpadu sejalan dengan aspek-aspek tersebut di atas, sehingga pendidikan merupakan wahana pengembangan sumber daya manusia yang mampu menjadi ”subyek” pengembangan iptek dan globalisasi. Selain itu, pengembangan pendidikan secara mikro harus selalu memperhitungkan individualitas atau karakteristik perbedaan antar individu peserta didik pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Dengan demikian, kerangka acuan pemikiran dalam penataan dan pengembangan kurikulum pendidikan dasar harus mampu mengakomodasi berbagai pandangan tentang esensi dan fungsi pendidikan dasar
        secara selektif, sehingga terdapat keterpaduan dalam pemahaman terhadap pendidikan dasar.
      4. Dengan pemahaman yang sinergis terhadap esensi dan fungsi pendidikan dasar tersebut, diharapkan masa depan pendidikan dasar di Indonesia akan lebih efektif dan lebih bermutu dalam penataannya, sehingga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif.

      Gambaran Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD DISINI File Bentuk PDF
      Gambaran Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD DISINI File Bentuk DOC

    ِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
    Shahih Bukhari
    -Imam Bukhari-
    Kitab Keutamaan Lailatul Qadar

    Bab 1: Keutamaan Lailatul Qadar Allah berfirman, "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan, tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."(al-Qadr: 1-5)
    Ibnu 'Uyainah berkata, "Apa yang disebutkan di dalam AI-Qur'an dengan kata 'Maa adraaka' 'apakah yang telah memberitahukan kepadamu' sesungguhnya telah diberitahukan oleh Allah. Apa yang disebutkan dengan kata kata 'Maa yudriika' 'apakah yang akan memberitahukan kepadamu', maka Allah belum memberitahukannya."[1]
    (Saya berkata, "Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Abu Hurairah yang tertera pada nomor 26 di muka.")
    [1] Di-maushul-kan oleh Muhammad bin Yahya bin Abu Umar di dalam Kitab Al-Iman, "Telah diinformasikan kepada kami oleh Sufyan bin Uyainah. Lalu, ia menyebutkan riwayat itu."

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

GAMBARAN GAGASAN KURIKULUM MASA DEPAN

GAMBARAN GAGASAN KURIKULUM MASA DEPAN
  1. Kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia saat ini masih sangat rendah jika dibandingkan dengan negara lain bahkan dengan sesama anggota ASEAN. Salah satu faktor utama rendahnya kualitas sumber daya manusia ini tentu berhubungan dengan dunia pendidikan nasional. Program pendidikan nasional yang dirancang diyakini belum berhasil menjawab harapan dan tantangan masa kini maupun di masa depan.
  2. Dalam menghadapi harapan dan tantangan di masa depan, pendidikan merupakan
    sesuatu yang sangat berharga dan dibutuhkan. Pendidikan di masa depan memainkan peranan yang sangat fundamental di mana cita-cita suatu bangsa dan negara dapat diraih. Bagi masyarakat suatu bangsa, pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang akan menentukan masa depannya.
  1. Menghadapi masa depan yang sudah pasti diisi dengan arus globalisasi dan
    keterbukaan serta kemajuan dunia informasi dan komunikasi, pendidikan akan semakin dihadapkan terhadap berbagai tantangan dan permasalahan yang lebih rumit dari pada masa sekarang atau sebelumnya. Untuk itu, pembangunan di sektor pendidikan di masa depan perlu dirancang sedini mungkin agar berbagai tantangan dan permasalahan tersebut dapat diatasi. Dunia pendidikan nasional perlu dirancang agar mampu melahirkan generasi atau sumber daya manusia yang memiliki keunggulan pada era globalisasi dan keterbukaan arus informasi dan kemajuan alat komunikasi yang luar biasa.
  2. Dalam membangun pendidikan di masa depan perlu dirancang sistem pendidikan
    yang dapat menjawab harapan dan tantangan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Sistem pendidikan yang dibangun tersebut perlu berkesinambungan dari pendidikan prasekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
    Salah satu dimensi yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan dunia pendidikan nasional di masa depan adalah kebijakan mengenai kurikulum. Kurikulum merupakan jantungnya dunia pendidikan. Untuk itu, kurikulum di masa depan perlu dirancang dan disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan secara nasional dan meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia. Mutu pendidikan yang tinggi diperlukan untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, demokratis, dan mampu bersaing sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan semua warga negara Indonesia.
  3. Kesejahteraan bangsa Indonesia di masa depan bukan lagi bersumber pada sumber daya alam dan modal yang bersifat fisik, tetapi bersumber pada modal intelektual, modal sosial, dan kredibilitas sehingga tuntutan untuk terus menerus memutakhirkan pengetahuan menjadi suatu keharusan. Mutu lulusan tidak cukup bila diukur dengan standar lokal saja sebab perubahan global telah sangat besar mempengaruhi ekonomi suatu bangsa. Terlebih lagi, industri baru dikembangkan dengan berbasis kompetensi tingkat tinggi, maka bangsa yang berhasil adalah bangsa yang berpendidikan dengan standar mutu yang tinggi.
  4. Agar lulusan pendidikan nasional memiliki keunggulan kompetitif dan komperatif sesuai standar mutu nasional dan internasional, kurikulum di masa depan perlu dirancang sedini mungkin. Hal ini harus dilakukan agar sistem pendidikan nasional dapat merespon secara proaktif berbagai perkembangan informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Dengan cara seperti ini lembaga pendidikan tidak akan kehilangan relevansi program pembelajarannya terhadap kepentingan peserta didik.
  5. Untuk menjawab tantangan di atas, Pusat Kurikulum menyelenggarakan kegiatan
    ”Kajian Kebijakan Kurikulum”. Salah satu langkah yang dilakukan adalah “Seminar Kurikulum Masa Depan”. Berikut ini adalah rangkuman gagasan tentang kurikulum masa depan yang muncul dalam seminar tersebut.
Gambaran Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD DISINI File Bentuk PDF
Gambaran Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD DISINI File Bentuk DOC

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ  
Shahih Bukhari  
-Imam Bukhari-  
Kitab Shalat Tarawih  

Bab 1: Keutamaan Orang yang Mendirikan Shalat Sunnah pada Bulan Ramadhan  
985. Abu Hurairah رضي الله عنه mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang mendirikan (shalat malam) Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lampau." Ibnu Syihab berkata, "Kemudian Rasulullah wafat sedangkan hal itu (shalat tarawih itu) tetap seperti itu. Selanjutnya, hal itu pun tetap begitu pada masa pemerintahan Abu Bakar dan pada masa permulaan pemerintahan Umar."[1]
986. Abdurrahman bin Abd al-Qariy[2] berkata, "Saya keluar bersama Umar ibnul Khaththab pada suatu malam dalam bulan Ramadhan sampai tiba di masjid. Tiba-tiba orang-orang berkelompok-kelompok terpisah-pisah. Setiap orang shalat untuk dirinya sendiri. Ada orang yang mengerjakan shalat, kemudian diikuti oleh sekelompok orang. Maka, Umar berkata, 'Sesungguhnya aku mempunyai ide. Seandainya orang-orang itu aku kumpulkan menjadi satu dan mengikuti seorang imam yang pandai membaca Al-Qur'an, tentu lebih utama.' Setelah Umar mempunyai azam (tekad) demikian, lalu dia mengumpulkan orang menjadi satu untuk berimam kepada Ubay bin Ka'ab.[3] Kemudian pada malam yang lain aku keluar bersama Umar, dan orang-orang melakukan shalat dengan imam yang ahli membaca Al-Qur'an. Umar berkata, 'Ini adalah sebagus-bagus bid'ah (barang baru). Orang yang tidur dulu dan meninggalkan shalat pada permulaan malam (untuk melakukannya pada akhir malam) adalah lebih utama daripada orang yang mendirikannya (pada awal malam).' Yang dimaksudkan olehnya ialah pada akhir malam. Adapun orang-orang itu mendirikannya pada permulaan malam."  
[1] Perkataan Ibnu Syihab pada bagian ini adalah mursal. Tetapi, bagian pertamanya diriwayatkan secara maushul, dan sudah disebutkan pada bagian akhir hadits Aisyah dalam hadits nomor 398.
[2] Abd dengan harkat tanwin pada huruf dal. Dan, al-Qariy dengan memberi tasydid pada huruf ya', adalah nisbat kepada Qarah bin Daisy, pegawai Sayyidina Umar yang mengurusi baitul mal kaum muslimin. [3] Diperintahkannya Ubay mengimami orang banyak dengan sebelas rakaat sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Malik dengan sanad yang sahih, seperti yang telah saya tahqiq di dalam kitab saya Shalat at-Tarawih (halaman 5254). Saya tegaskan di sana bahwa semua riwayat dari Umar yang bertentangan dengan riwayat ini adalah tidak sah isnadnya. Demikian juga yang diriwayatkan dari Ali dan Ibnu Mas'ud, semuanya lemah, tidak sah, sebagaimana dapat Anda lihat penjelasannya di sana.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Sabtu, September 05, 2009

NASKAH AKADEMIK KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

NASKAH AKADEMIK KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
Pengantar
Daftar Isi
  1. BAB I. PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang
    2. Tujuan
  2. BAB II LANDASAN
    1. Landasan Yuridis
    2. Landasan Teoritis
      1. Pengertian Kurikulum
      2. Konsep dan Model-Model Kurikulum
        1. Kurikulum Subyek Akademik
        2. Kurikulum Humanistik
        3. Kurikulum Rekonstruksi Sosial
        4. Kurikulum Kompetensi
      3. Manajemen Kurikulum
        1. Manajemen pengembangan kurikulum sentralistik
        2. Manajemen pengembangan kurikulum desentralistik
        3. Landasan Empiris
            1. Keberagaman Budaya dan Suku Bangsa 
            2. Potensi dan Karakteristik Siswa 
            3. Ragam Kualitas Pendidikan di Tiap Daerah 
            4. Globalisasi 5. Kompetensi Sumber Daya Manusia 
            6. Manajemen Berbasis Sekolah 
            7. Tuntutan Relevansi Pendidikan 
            8. Inovasi Pendidikan
    3. BAB III. KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
      1. Pengembangan KTSP
      2. Implementasi Kurikulum
      3. Ruang Lingkup
    4. BAB IV. KESIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT
      1. Kesimpulan
      2. Saran Tindak Lanjut
      3. Daftar Pustaka
  1. BAB I. PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang
      1. Pendidikan dalam konteks pembangunan nasional mempunyai tugas: (1) pemersatu bangsa, (2) penyamaan kesempatan, dan (3) pengembangan potensi diri. Pendidikan diharapkan dapat memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik
        Indonesia (NKRI), memberi kesempatan yang sama bagi setiap warga negara untuk berpartisipasi dalam pembangunan, dan memungkinkan setiap warga negara untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal.
      2. Mutu pendidikan dipengaruhi oleh mutu proses belajar mengajar; sedangkan mutu proses belajar mengajar ditentukan oleh berbagai komponen yang saling terkait satu sama lain, yaitu input peserta didik, kurikulum, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, dana, manajemen, dan lingkungan.
      3. Kurikulum merupakan salah satu komponen pendidikan yang sangat strategis
        karena merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran memberikan makna bahwa di dalam kurikulum terdapat panduan interaksi antara guru dan peserta didik. Dengan demikian, kurikulum berfungsi sebagai “nafas atau inti” dari proses pendidikan di sekolah untuk
        memberdayakan potensi peserta didik.
      4. Seiring dengan perubahan pengelolaan pemerintahan, yang memasuki era desentralisasi, diikuti dengan perubahan pengelolaan pendidikan berupa desentralisasi pendidikan, otonomi pendidikan, dan otonomi manajemen sekolah, maka kurikulum yang sifatnya sentralistik seperti Kurikulum 1994 dan kurikulum-kurikulum sebelumnya, sudah tidak sesuai lagi dengan era otonomi manajemen sekolah. Dengan Kurikulum 1994 yang sentralistik, di mana satu kurikulum diberlakukan untuk semua peserta didik dari Sabang sampai Merauke, berarti kemampuan seluruh peserta didik seolah-olah dianggap sama. Padahal, kenyataannya kemampuan setiap peserta didik berbeda satu sama lain, berbeda antara daerah yang satu dengan daerah yang lain, berbeda antara sekolah yang satu dengan sekolah yang lain; dan yang paling memahami kemampuan setiap peserta didik adalah guru-guru yang bersangkutan. Oleh karena itu, yang paling ideal menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan saat ini adalah para guru yang bersangkutan. Hal inilah antara lain yang mendasari perlunya penyempurnaan kurikulum

      Gambaran Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD DISINI File Bentuk PDF
      Gambaran Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD DISINI File Bentuk DOC

    بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
    Shahih Bukhari
    -Imam Bukhari-
    Kitab Puasa

    Bab 21: Apabila Berniat Puasa pada Siang Hari
    Ummu Darda' berkata, "Abud Darda' biasa bertanya, 'Apakah engkau mempunyai makanan?' Jika kami jawab, 'Tidak', dia berkata, 'Kalau begitu, saya berpuasa hari ini.'"[11]
    Demikian pula yang dilakukan oleh Abu Thalhah, Abu Hurairah, Ibnu Abbas, dan Hudzaifah.[12]
    936. Salamah ibnul Akwa' رضي الله عنها mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم mengutus seseorang untuk mengumumkan kepada manusia pada hari Asyura, (dalam satu riwayat: Beliau bersabda kepada seorang laki-laki dari suku Aslam, "Umumkanlah kepada kaummu atau kepada masyarakat 8/136) bahwa orang yang sudah makan bolehlah ia meneruskannya atau hendaklah ia berpuasa pada sisa harinya. Sedangkan, yang belum makan, maka janganlah makan." (Dalam satu riwayat: "Hendaklah ia berpuasa, karena hari ini adalah hari Asyura.")
    [11] Di-maushul-kan oleh Ibnu Abi Syaibah dan Abdur Razzaq dari jalan Ummu Darda' dengan sanad yang sahih.
    [12] Atsar Thalhajh di-maushul-kan oleh Abdur Razzaq dan Ibnu Abi Syaibah dari dua jalan dari Anas, sanadnya sahih. Atsar Abu Hurairah di-maushul-kan oleh Baihaqi. Atsar Ibnu Abbas di-maushul-kan oleh Thahawi dengan sanad yang bagus (jayyid), dan atsar Hudzaifah di-maushul-kan oleh Abdur Razzaq dan Ibnu Abi Syaibah.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

CONTOH KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM MAPEL MATEMATIKA

CONTOH KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM MAPEL MATEMATIKA
DAFTAR ISI
ABSTRAK
  1. BAB I PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang
    2. Landasan Yuridis
    3. Tujuan
  2. BAB II TINJAUAN TEORETIS
    1. Kecenderungan Pembelajaran Matematik
    2. Pandangan Tentang Kurikulum
    3. Prinsip Pembelajaran Matematika
  3. BAB III TEMUAN KAJIAN DAN PEMBAHASAN
    1. Deskripsi Data Hasil Kajian Dokumen
    2. Standar Isi
    3. Deskripsi Data Hasil Kajian Pelaksanaan Standar Isi
    4. Pembahasan Temuan Dokumen dan Temuan Lapangan
  4. BAB IV KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
    1. Kesimpulan
    2. Rekomendasi
    3. DAFTAR PUSTAKA
  1. BAB I PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang
      1. Menatap masa depan, matematika harus dipelajari siswa-siswa kita karena kegunaannya yang penting dalam kehidupan bangsa Indonesia. Penerapan matematika akhir-akhir ini telah berubah banyak dan cepat karena kehadiran dan perkembangan teknologi elektronik dalam dunia kerja. Pembelajaran matematika di tingkat satuan pendidikan harus dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berlangsung. Kurikulum mata pelajaran matematika harus dirancang tidak hanya untuk siswa melanjutkan ke pendidikan tinggi tetapi juga untuk memasuki dunia pasar kerja. Pengembangan kurikulum matematika yang sedang berlangsung sekarang ini harus dipersiapkan dengan matang, dan dihasilkan dari kerja sama dan pertimbangan stakeholders.
      2. Upaya pemerintah, untuk memajukan pendidikan terlihat melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Undang-undang ini mengamanatkan pembaharuan yang besar dalam system pendidikan kita. Sebagai kelanjutan dari Undang-undang tersebut, untuk pertama kalinya dalam pendidikan kita diharuskan ada standard nasional untuk isi atau disingkat Standar Isi (SI) melalui Permen No. 22 Tahun 2006. Karena standard ini bersifat Nasional maka haruslah setelah beberapa waktu SI tersebut dipenuhi oleh semua system pendidikan di Nusantara. Mengacu kepada SI ini juga standard yang lain seperti standard kompetensi guru dan standard buku/bahan ajar matematika dapat disusun rambu-rambu untuk menyusun kurikulum matematika.
      3. Namun demikian setelah kurang lebih satu tahun dikeluarkannya Permen No. 22
        Tahun 2006 tentang SI, ternyata masih mengalami masalah atau hambatan khususnya pada pelajaran matematika baik dari aspek pemahaman guru tentang dokumen SI maupun dalam aspek implementasi SI (proses penyusunan program dan kegiatan belajar-mengajar di kelas). Permasalahan tersebut antara lain kepadatan materi, SK dan KD dalam standar isi mata pelajaran matematika walaupun sudah merupakan perampingan dari kurikulum terdahulu. Namun dalam pelaksanaannya masih dirasakan padat oleh sebagian guru. Hal ini disebabkan SK dan KD berpotensi menimbulkan multi-interpretasi karena sifatnya yang terlalu umum bagi guru. Disamping itu masih ditemukan adanya tumpang tindih KD, beberapa kompetensi yang ada sebenarnya indikator, tujuan sama (over lapping) tetapi dituliskan dalam KD yang berbeda.

      Gambaran Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD DISINI File Bentuk PDF
      Gambaran Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD DISINI File Bentuk DOC

    بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
    Shahih Bukhari
    -Imam Bukhari-
    Kitab Puasa

    Bab 51: Perihal Puasa Nabi dan Berbukanya
    967. Ibnu Abbas رضي الله عنه berkata, "Nabi tidak pernah berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Beliau melakukan puasa (sunnah) sehingga ada orang yang mengatakan, 'Tidak, demi Allah, beliau tidak pernah berbuka (yakni tidak pernah tidak berpuasa). Dan beliau juga berbuka (yakni tidak melakukan puasa sunnah), sampai ada orang yang mengatakan, 'Tidak, demi Allah, beliau tidak pernah berpuasa (sunnah).'"
    968. Humaid berkata, "Saya bertanya kepada Anas tentang puasa Nabi, lalu ia berkata, 'Tidaklah beliau berpuasa di suatu bulan melainkan saya melihatnya, dan tidaklah beliau berbuka melainkan saya melihatnya. Tidaklah beliau berjaga malam melainkan saya melihatnya, dan tidaklah beliau tidur melainkan saya melihatnya. Saya tidak pernah menyentuh kain wool campur sutra atau sutra yang lebih halus daripada telapak tangan Rasulullah. Saya tidak pernah mencium minyak kasturi dan bau harum yang lebih harum daripada bau Rasulullah.'"

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Jumat, September 04, 2009

CONTOH MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS BAGI PESERTA DIDIK DI DAERAH TERPENCIL PENDIDIKAN DASAR

CONTOH MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS BAGI PESERTA DIDIK DI DAERAH TERPENCIL PENDIDIKAN DASAR
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
ABSTRAK
  1. BAB I PENDAHULUAN
    1. LATAR BELAKANG
    2. LANDASAN HUKUM
    3. TUJUAN
    4. RUANG LINGKUP
      1. Lingkup Daerah
      2. Lingkup Jenjang Pendidikan
    5. HASIL AKHIR YANG DICAPAI
  2. BAB II PENGEMBANGAN KONSEP
    1. PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK DAERAH TERPENCIL
    2. KENDALA PENDIDIKAN DI DAERAH TERPENCIL PEMBERDAYAAN PENDIDIKAN DI DAERAH TERPENCIL
    3. BENTUK PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS DI DAERAH TERPENCIL
    4. PENGEMBANGAN MODEL KURIKULUM UNTUK DAERAH TERPENCIL
    5. MODEL PEMBELAJARAN KELAS RANGKAP
      1. Definisi Kelas Rangkap
      2. Prinsip Pengembangan Kurikulum Untuk Kelas Rangkap
      3. Tujuan
      4. Pengorganisasian Kurikulum Kelas Rangkap
      5. Strategi Pengajaran Kelas Rangkap
      6. Pengorganisasian Kelas pada Kelas Rangkap
      7. Struktur dan Muatan Kurikulum pada Kelas Rangkap
    6. PENILAIAN
    7. TAHAPAN PENGORGANISASIAN KURIKULUM MODEL PENGAJARAN KELAS RANGKAP
      1. Pengorganisasian Kurikulum Kelas Rangkap Dengan 2 Tingkatan Kelas
      2. Pengorganisasian Kurikulum Kelas Rangkap Dengan 3 Tingkatan Kelas
  3. BAB III METODOLOGI
    1. WAKTU DAN TEMPAT
    2. CARA PENGUMPULAN DATA
    3. TEKNIS ANALISIS
    4. HASIL DAN PEMBAHASAN
  4. BAB IV PENUTUP
    1. KESIMPULAN
    2. SARAN/REKOMENDASI
    3. LAMPIRAN:
    4. DAFTAR PUSTAKA
      1. KTSP Pendidikan Layanan Khusus untuk Daerah Terpencil SDN Gunungsari 4, Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu - Jawa Timur
      2. KTSP Pendidikan Layanan Khusus untuk Daerah Terpencil:
        SDN Cimahi 2, Dusun Cipurut, Desa Cimahi, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, JawaBarat.
      3. KTSP Pendidikan Layanan Khusus untuk Daerah Terpencil:
        SDN 11 Tapang Sebeluh, Dusun Tapang Sebeluh, Desa Malenggang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat
  1. BAB I PENDAHULUAN
    1. LATAR BELAKANG
      1. Salah satu kunci utama keberhasilan pendidikan adalah meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).Oleh karena itu, maka tujuan pembangunan nasional hendaknya diarahkan pada upaya peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan dan kualitashidup masyarakat secara merata, dan tidak menimbulkan sikap di seluruh pelosok tanah air. setiap warga negara atau seluruh min memiliki hak yang sama dalam hak untuk memperoleh pendidikan
      2. Pemerintah menyadari bahwa kondisi pendidikan negeri kita perlu terus dibenahi, dan
        tentunya diperlukan strategi yang tepat, terencana dan simultan. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan angka partisipasi pendidikan dasar, pemerintah mencanangkan program Pendidikan Layanan Khusus (PLK) pada tahun 2006. Sesuai dengan Undang- undang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya pasal 32, PLK ini ditujukan bagi peserta didik yang berada di daerah pelosok, terpencil, Komunitas Adat Terpencil
        (KAT), daerah konflik, mengalami bencana alam, bencana sosial dan tidak mampu
        dari segi ekonomi.
      3. Kondisi daerah yang relatif belum maju, tertinggal, terisolir dan terpencil sangat membutuhkan intervensi kebijakan pembangunan dari pemerintah, sehingga diharapkan dapat mempercepat pembangunan di daerah ini. Berkenaan dengan itu, pemerintah telah melakukan berbagai terobosan pengentasan kemiskinan dan ketertinggalan pada masyarakat di daerah terpencil, sehingga kesenjangan sosial dengan masyarakat perkotaan tidak terlalu jauh bahkan jika bisa harus setara dan segera dapat diatasi. Upaya yang dilakukan pemerintah antara lain program Gerakan Percepatan Pemberantasan Buta Aksara dan Program Akselerasi Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun.

      Gambaran Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD DISINI File Bentuk PDF
      Gambaran Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD DISINI File Bentuk DOC Download Juga Lampiran – Lampiran Di Bawah Ini  
      1. Lampiran 1 KTSP PLK Terpencil File Bentuk PDF  
      2. Lampiran 1 KTSP PLK Terpencil File Bentuk DOC

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ  
Shahih Bukhari  
-Imam Bukhari-  
Kitab Puasa  

Bab 20: Keberkahan Sahur, Tetapi Tidak Diwajibkan   Karena Nabi صلی الله عليه وسلم dan para sahabat beliau pernah melakukan puasa wishal (bersambung dua hari), dan tidak disebut-sebut tentang sahur.[10]  
934. Abdullah Ibnu Umar رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi melakukan puasa wishal, lalu orang-orang melakukan puasa wishal. Tetapi, kemudian mereka merasa keberatan, lalu dilarang oleh beliau. Mereka berkata, 'Tetapi engkau melakukan puasa wishal (terus-menerus)?" Beliau bersabda, "Aku tidak seperti kamu, aku senantiasa (dalam satu riwayat: pada malam hari) diberi makan dan minum."  
935. Anas bin Malik رضي الله عنه berkata, "Nabi bersabda, 'Makan sahurlah, sesungguhnya dalam sahur itu terdapat berkah.'"  
[10] Menunjuk kepada hadits Ibnu Umar yang disebutkan dalam bab ini, dan yang sama dengannya adalah hadits Anas yang akan disebutkan pada "48 - BAB" dan hadits Abu Hurairah sesudahnya.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

CONTOH MODEL KURIKULUM BAGI PESERTA DIDIK PENDIDIKAN DASAR YANG TINGGAL DI DAERAH PERBATASAN NEGARA

CONTOH MODEL KURIKULUM BAGI PESERTA DIDIK PENDIDIKAN DASAR
YANG TINGGAL DI DAERAH PERBATASAN NEGARA

DAFTAR ISI
ABSTRAK
  1. BAB I PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang
    2. Landasan Hukum
    3. Tujuan
    4. Ruang Lingkup.
  2. BAB II PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK DAERAH PERBATASAN NEGARA
    1. Pengertian
    2. Karakteristik Daerah Perbatasan.
  3. BAB III MODEL KURIKULUM LAYANAN KHUSUS PENDIDIKAN DASAR BAGI PESERTA DIDIK DI DAERAH PERBATASAN
    1. Pendekatan Tematik
    2. Pendekatan Pembelajaran
    3. Muatan Lokal
    4. Pengembangan Diri
    5. Pembiasaaan
    6. Ekstrakurikuler
    7. Visi dan Misi
    8. Pendidikan Kecakapan Hidup
    9. Rambu-Rambu Penyusunan KTSP.
  4. BAB IV PENUTUP
    1. DAFTAR PUSTAKA
    2. LAMPIRAN
      1. Kurikulum SDN 1 Sebatik
      2. Kurikulum SDN 01 Semanget
      3. Kurikulum SD Inpres Tasi Feto Timur
  1. BAB I PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang
      1. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai sekitar 81.900 kilometer, memiliki wilayah perbatasan dengan banyak negara, baik perbatasan darat (kontinen) maupun laut (maritim). Batas darat wilayah Republik Indonesia berbatasan langsung dengan Malaysia, Papua Nugini (PNG), dan Timor Leste. Perbatasan darat Indonesia tersebar di 3 pulau, 4 provinsi, dan 15 kabupaten/kota yang masing-masing memiliki karakteristik perbatasan yang berbeda-beda. Demikian pula dengan negara tetangga perbatasan yang memiliki karakteristik berbeda, baik dari segi kondisi sosial, ekonomi, politik maupun budaya. Wilayah laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara, yaitu India, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Australia, Timor Leste, dan Papua Nugini (PNG). Pada umumnya, wilayah perbatasan laut berupa pulau-pulau terluar yang berjumlah 92 pulau, termasuk pulau-pulau kecil. Beberapa di antaranya masih perlu penataan dan pengelolaan secara lebih intensif karena masih mempunyai permasalahan dengan negara tetangga.
      2. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM-Nasional 2004--2009) telah menetapkan arah dan pengembangan wilayah perbatasan negara sebagai salah satu program prioritas pembangunan nasional. Pembangunan wilayah perbatasan memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan misi pembangunan nasional, terutama untuk menjamin keutuhan dan kedaulatan wilayah, mempertahankan keamanan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat di wilayah perbatasan. Paradigma baru tentang pengembangan wilayah-wilayah perbatasan adalah dengan mengubah arah kebijakan pembangunan yang selama ini cenderung berorientasi inward looking menjadi outward looking sehingga wilayah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pintu gerbang aktivitas ekonomi dan perdagangan dengan negara tetangga. Pendekatan pembangunan wilayah perbatasan negara menggunakan pendekatan kesejahteraan (prosperity approach) dengan tidak meninggalkan pendekatan keamanan (security approach), sedangkan program pengembangan wilayah perbatasan (RPJM Nasional 2004--2009) bertujuan (a) menjaga keutuhan wilayah NKRI melalui penetapan hak kedaulatan NKRI yang dijamin oleh hukum internasional; (b) meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dengan menggali potensi ekonomi, sosial dan budaya, serta keuntungan lokasi geografis yang sangat strategis untuk berhubungan dengan negara tetangga.

      Gambaran Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD DISINI File Bentuk PDF
      Gambaran Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD DISINI File Bentuk DOC
    Download Juga Lampiran – Lampiran Di Bawah Ini
    1.  Lampiran 1 10 b File Bentuk ZIP(PDF)
    2.  Lampiran 1 10 b File Bentuk ZIP(DOC)
    3.  Lampiran 2 10 c File Bentuk ZIP(PDF)
    4.  Lampiran 2 10 c File Bentuk ZIP(DOC)
    5.  Lampiran 3 10 d File Bentuk ZIP(PDF)
    6.  Lampiran 3 10 d File Bentuk ZIP(DOC)
    7.  Lampiran 4 10 d5 File Bentuk ZIP(PDF)
    8.  Lampiran 4 10 d5 File Bentuk ZIP(DOC)



    بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
    Shahih Bukhari
    -Imam Bukhari-
    Kitab Puasa

    Bab 26: Orang yang Berpuasa Jika Makan atau Minum karena Lupa
    Atha' berkata, "Jika seseorang memasukkan air ke hidung dan hendak menyemprotkannya, lalu airnya ada yang masuk ke dalam tenggorokannya, maka puasanya tidak batal, jika ia tidak mampu menolaknya."[32]
    Hasan berkata, "Manakala tenggorokan orang yang berpuasa itu kemasukan lalat, maka puasanya tidak batal."[33]
    Hasan dan Mujahid berkata, "Jika orang yang berpuasa itu bersetubuh karena lupa, maka puasanya tidak batal."[34]
    941. Abu Hurairah رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila (orang yang berpuasa) lupa, lalu ia makan dan minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Karena sesungguhnya Allah memberinya makan dan minum."
    [32] Di-maushul-kan oleh Abdur Razzaq (7379) dan Ibnu Abi Syaibah (3/70) dengan sanad yang sahih.
    [33] Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (3/107) dengan isnad yang sahih.
    [34] Di-maushul-kan oleh Abdur Razzaq dengan dua isnad dari al-Hasan dan Mujahid, dan riwayat Mujahid adalah sahih.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner