Sidebar atas

Kamis, Desember 31, 2009

KAJIAN STANDAR ISI PENDIDIKAN MENENGAH ATAS(SMA)

KAJIAN STANDAR ISI PENDIDIKAN MENENGAH ATAS(SMA)


  1. .LATAR BELAKANG

    1. Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila danUndang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mengemban fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang selanjutnya disingkat sebagai UU Sisdiknas 20/2003.

  1. Program pendidikan nasional diharapkan dapat menjawab tantangan, harapan, dan tantangan yang akan dihadapi oleh anak bangsa baik pada masa kini maupun masa yang akan datang. Pendidikan di masa depan memainkan peran penting sebagai tonggak fundamental bangsa untuk meraih cita-citanya. Menghadapi masa depan yang sudah pasti diisi dengan arus globalisasi dan perkembangan teknologi dan informasi yang sedemikian pesat mengharuskan perlunya perancangan di sektor pendidikan secara tepat. Dunia pendidikan nasional harus mampu melahirkan generasi dengan sumber daya manusia yang unggul agar bisa menghadapi tantangan di masa depan tersebut.
  2. Dalam membangun pendidikan di masa depan perlu dirancang sistem pendidikan yang dapat menjawab harapan dan tantangan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Sistem pendidikan yang dibangun tersebut perlu berkesinambungan dari pendidikan prasekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
  3. Salah satu dimensi yang tidak bisa dipisahkan dari pengembangan dunia pendidikan nasional Indonesia di masa depan adalah kebijakan mengenai kurikulum karena kurikulum merupakan jantung dunia pendidikan. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum di masa depan secara tepat perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sehingga dapat bersaing di era globalisasi tersebut.
  4. Posisi, fungsi, dan kurikulum suatu lembaga pendidikan adalah suatu konsep masyarakat mengenai cara mempersiapkan anggota masyarakat dalam perannya di masa mendatang. Fungsi suatu lembaga pendidikan merupakan harapan atau keinginan masyarakat dalam mendidik generasi muda sehingga mampu berperan dalam mempertahankan nilai-nilai yang dianggap baik, memperbaiki nilai-nilai lama menjadi nilai yang sesuai dengan perkembangan masyarakat, dan mengembangkan nilai-nilai baru yang berguna bagi masyarakat. Fungsi suatu lembaga pendidikan terus berubah dan berkembang sesuai dengan perkembangan yang berlaku di masyarakat. Masyarakat yang berkembang menuntut fungsi baru yang mungkin sama tetapi lebih tinggi derajatnya dibandingkan sebelumnya atau fungsi baru yang sama dalam derajat sebelumnya tetapi memiliki dimensi yang berbeda. Tuntutan masyarakat tersebut dapat pula merupakan kedua-duanya yaitu mempertahankan apa yang sudah ada ditambah dengan dimensi baru yang diperlukan masyarakat.

  5. Baca Selengkapnya Silahkan Download Dibawah Ini :
    1. File Bentuk PDF
    2. File Bentuk DOC .

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

NASKAH AKADEMIK PENDIDIKAN KETERAMPILAN

NASKAH AKADEMIK PENDIDIKAN KETERAMPILAN


  1. .LATAR BELAKANG

    1. Kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas dirasakan semakin mengikat seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni. Persaingan yang terjadi juga semakin tajam meskipun upaya untuk menyemangati bentuk kemitraan semakin disadari oleh pelaku industri dan perdagangan. Kondisi tersebut secara langsung berdampak bagi keharusan negara Indonesia untuk mau dan harus mengikuti segala bentuk dan tingkat perkembangan agar tidak tertinggal dengan negara-negara lain sehingga dapat bersama-sama ikut membangun peradaban dunia.

  1. Kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia saat ini masih sangat rendah jika dibandingkan dengan negara lain bahkan dengan sesama anggota ASEAN. Salah satu faktor utama rendahnya kualitas sumber daya manusia ini tentu berhubungan dengan dunia pendidikan nasional. Program pendidikan nasional yang dirancang diyakini belum berhasil menjawab harapan dan tantangan masa kini maupun di masa depan. Dunia pendidikan nasional perlu dirancang agar mampu melahirkan generasi atau sumber daya manusia yang memiliki keunggulan pada era globalisasi dan keterbukaan arus informasi dan kemajuan alat komunikasi yang luar biasa.
  2. Dalam membangun pendidikan di masa depan perlu dirancang sistem pendidikan yang dapat menjawab harapan dan tantangan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Sistem pendidikan yang dibangun tersebut perlu berkesinambungan dari pendidikan prasekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
    Dalam menghadapi harapan dan tantangan di masa depan, pendidikan merupakan
    sesuatu yang sangat berharga dan dibutuhkan. Pendidikan di masa depan memainkan peranan yang sangat fundamental di mana cita-cita suatu bangsa dan negara dapat diraih. Usaha untuk mengembangkan manusia berkualitas yang siap menghadapi berbagai tantangan di dalam kehidupan harus dimulai sedini mungkin melalui pendidikan.
  3. Salah satu dimensi yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan dunia pendidikan nasional di masa depan adalah kebijakan mengenai kurikulum. Kurikulum merupakan jantungnya dunia pendidikan. Untuk itu, kurikulum di masa depan perlu dirancang dan disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan secara nasional dan meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia. Mutu pendidikan yang tinggi diperlukan untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, demokratis, dan mampu bersaing sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan semua warga negara Indonesia.
  4. Kesejahteraan bangsa Indonesia di masa depan bukan lagi bersumber pada sumber daya alam dan modal yang bersifat fisik, tetapi bersumber pada modal intelektual, modal sosial, dan kredibilitas sehingga tuntutan untuk terus menerus memutakhirkan pengetahuan menjadi suatu keharusan. Mutu lulusan tidak cukup bila diukur dengan standar lokal saja sebab perubahan global telah sangat besar mempengaruhi ekonomi suatu bangsa. Terlebih lagi, industri baru dikembangkan dengan berbasis kompetensi tingkat tinggi, maka bangsa yang berhasil adalah bangsa yang berpendidikan dengan standar mutu yang tinggi. Dengan demikian, fungsi pendidikan sebagai hak asasi manusia yang mendasar, modal ekonomi, sosial dan politik; alat pemberdayaan kelompok yang kurang beruntung, landasan budaya damai, dan sebagai jalan utama menuju masyarakat belajar sepanjang hayat, sesungguhnya merupakan langkah penting bagi pembangunan kualitas sebuah bangsa yang berbudaya dan berkarakter.

  5. Baca Selengkapnya Silahkan Download Dibawah Ini :
    2. File Bentuk DOC.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Rabu, Desember 30, 2009

KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM SENI BUDAYA

KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM SENI BUDAYA


  1. .LATAR BELAKANG

    1. Dalam membangun pendidikan di masa depan perlu dirancang sistem pendidikan yang dapat menjawab harapan dan tantangan terhadap perubah-an-perubahan yang terjadi.Sistem pendidikan yang dibangun tersebut perlu berkesinambungan dari pendidikan prasekolah, pendidikan dasar,pendidik-an menengah,dan pendidikan tinggi.
    2. Dalam menghadapi harapan dan tantangan di masa depan, pendidikan merupakan sesuatu yang sangat berharga dan dibutuhkan. Pendidikan di masa depan memainkan peranan yang sangat fundamental di mana cita-cita suatu bangsa dan negara dapat diraih. Usaha untuk mengembangkan manusia berkualitas yang siap menghadapi berbagai tantangan di dalam kehidupan harus dimulai sedini mungkin melalui pendidikan.

  1. Salah satu dimensi yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan dunia pendidikan nasional di masa depan adalah kebijakan mengenai kurikulum. Kurikulum merupakan jantungnya dunia pendidikan. Untuk itu, kurikulum di masa depan perlu dirancang dan disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan secara nasional dan meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia. Mutu pendidikan yang tinggi diperlukan untuk menciptakan kehi-dupan yang cerdas, damai, terbuka, demokratis, dan tidak selalu tertinggal bahkan mampu bersaing sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan semua warga negara Indonesia.
  2. Kesejahteraan bangsa Indonesia di masa depan bukan lagi bersumber pada sumber daya alam, tetapi pada keunggulan seni budaya lokal yang tidak dimiliki bangsa lain.
    Agar lulusan pendidikan nasional memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif sesuai standar mutu nasional dan internasional, kurikulum di masa depan perlu dirancang sedini mungkin. Hal ini harus dilakukan agar sistem pendidikan nasional dapat merespon secara proaktif berbagai per-kembangan informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Dengan cara seperti ini lembaga pendidikan tidak akan kehilangan relevansi program pembelajarannya terhadap kepentingan peserta didik.
  3. Segala kegiatan yang bertujuan untuk mendidik siswa selanjutnya diterjemahkan dalam bentuk mata pelajaran - mata pelajaran yang keseluruhannya memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan bervariasi bagi siswa. Pengalaman belajar di sekolah mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang saling menghargai, berempati, ulet untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.. Siswa dikondisikan untuk melakukan aktivitas mengapresiasi, berkreasi dan mengaplikasikan seluruh pengetahuan, keterampilan dan sikap yang telah diperolehnya untuk memecahkan masalah dan membuat terobosan-terobosan model baru dengan gagasan yang baik di sekolahnya.
  4. Seni budaya memberikan sumbangan kepada siswa agar berani dan siap bangga akan budaya bangsa sendiri dan menyokong dalam menghadapi tantangan masa depan adalah mata pelajaran seni budaya. Hal ini dikarenakan kompetensi dalam mata pelajaran ini merupakan bagian dari pembekalan life skill kepada siswa. selain itu
    keseluruhan kegiatan pembelajaran seni budaya yang merupakan aplikasi dari mata pelajaran lain dalam menghasilkan suatu produk/karya yang dibuat langsung oleh siswa dapat membuat siswa semakin merasakan manfaat memperoleh pengala-man estetis dalam berkarya.

  5. Baca Selengkapnya Silahkan Download Dibawah Ini :
    1. File Bentuk PDF
    2. File Bentuk DOC

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

NASKAH AKADEMIK PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN

NASKAH AKADEMIK PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN


  1. .LATAR BELAKANG

    1. Rendahnya tingkat kebugaran jasmani peserta didik pada sekolah dari semua tingkat satuan pendidikan di Indonesia dapat dijadikan satu petunjuk umum bahwa mutu program pendidikan jasmani di Indonesia masih rendah. Dari survei yang dilakukan oleh Pusat Kesegaran jasmani Depdiknas terdahulu, diperoleh informasi bahwa hasil pembelajaran Penjas di sekolah secara umum hanya mampu memberikan efek kebugaran jasmani terhadap kurang lebih 15 persen dari keseluruhan populasi peserta didik. Sedangkan dalam penelusuran sederhana lewat test Sport Search (instrumen pemanduan bakat olahraga) dalam aspek yang berkaitan dengan kebugaran jasmani peserta didik SMU, peserta didik Indonesia rata-rata hanya mencapai kategori "Rendah" (Ditjora, 2002).

  1. Rendahnya mutu hasil pembelajaran pendidikan jasmani pun dapat disimpulkan dari keluhan masyarakat olahraga yang mengindikasikan bahwa mutu bibit olahragawan usia dini dari sekolah-sekolah kita sangat rendah. Keluhan ini dapat dikaitkan dengan dua hal. Pertama, para calon olahragawan kita memiliki kelemahan dalam hal kemampuan motoriknya, dari mulai kecepatan, kelincahan, koordinasi, keseimbangan, dan kesadaran ruangnya; kedua, para calon olahragawan kita pun sekaligus memiliki kekurangan dalam hal kemampuan fisik, terutama dalam hal daya tahan umum, kekuatan, kelentukan, power, dan daya tahan otot lokal.
  2. Belum lagi jika ukuran kinerja atau efektivitas PBM Penjas tersebut dinilai dari aspek lain yang seharusnya terintegrasi dalam Penjas. Sebagai contoh kualitas proses yang seharusnya dapat terlihat dari Penjas yang baik, seperti bagaimana guru menerapkan model pengembangan disiplin, pengajaran yang bernuansa DAP (developmentally appropriate practice = praktik pengembangan yang disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan peserta didik), kesadaran guru dalam mengembangkan bukan hanya aspek fisik dan motorik, tetapi aspek kognitif dan mental sosial serta moral peserta didik, yang dipercayai oleh para ahli dapat mengembangkan nilai-nilai dan karakter positif pada diri peserta didik.
  3. Tentu menjadi pertanyaan, mengapa mutu hasil pembelajaran penjas di Indonesia bisa sedemikian rendah? Apakah karena faktor guru yang juga kualitasnya rendah? ataukah disebabkan faktor lain seperti sarana dan prasarana yang tidak memadai? Ataukah semua kelemahan ini harus dialamatkan pada kurikulum yang tidak relevan, serta kurangnya dukungan dari pemerintah dan masyarakat dalam hal pentingnya pendidikan jasmani?
  4. Menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas tentu tidak mudah. Diperlukan penelusuran cermat yang melibatkan berbagai alat telaah multidisipliner, baik yang melibatkan tinjauan dari aspek filosofis, sosiologis, psikologis, budaya, ekonomi serta politik. Namun dalam wilayah praksis, kita dapat mendekati permasalahan ini dalam hubungannya dengan kemampuan guru dan kurikulum yang diberlakukan dalam program Penjas di Indonesia. Kemampuan guru harus ditelusuri dari segi nilai acuan (value orientation)
    (Jewet and Bain, 1995) mereka terhadap program yang menjadi tanggung jawabnya selama ini, sedangkan masalah kurikulum dapat dikaji dalam kaitannya dengan kemampuan sebuah kurikulum sebagai sebuah dokumen dalam memberikan keleluasaan kepada guru untuk melakukan interpretasi dalam hal pelaksanaannya.

  5. Baca Selengkapnya Silahkan Download Dibawah Ini :
    1. File Bentuk PDF
    2. File Bentuk DOC.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Selasa, Desember 29, 2009

KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN


  1. A. LATAR BELAKANG
    Pada Tahun 2005 telah dikeluarkan Permendiknas No. 22 Tentang Standar Isi dan No.
    23 Tentang Standar Kompetensi Lulusan. Selain itu dikeluarkan pula Permendiknas No. 24 yang mengatur tentang Pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan No. 23. Berdasarkan ketentuan-ketentuan tersebut maka mulai diterapkanlah Stándar Isi dan Stándar Kompetensi Lulusan pada beberapa sekolah di seluruh Indonesia, khususnya pada sekolah-sekolah yang telah memiliki kesiapan untuk melaksanakannya.
  1. Setelah diterapkan selama lebih kurang satu tahun, maka perlu dilakukan pemantauan atau bahkan pengkajian terhadap dokumen dan pelaksanaan Stándar Isi. Dalam kerangka itu Permendiknas No. 24 telah menegaskan paranan Balitbang, khususnya Pusat Kurikulum dalam kegiatan pengkajian dalam rangka pengembangan model- model kurikulum. Dalam Permendiknas tersebut ditegaskan bahwa salah satu Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) Pusat Kurikulum adalah melaksanakan pengkajian Standar Isi dalam pengembangan kurikulum untuk pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah serta kejuruan. Salah satu yang menjadi bagian dari kajian tersebut adalah melakukan kajian kurikulum dari berbagai mata pelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang dijadikan sebagai dasar untuk melakukan pengembangan model-model kurikulum yang menjadi tanggung jawab Pusat Kurikulum.
  2. Untuk melaksanakan kegiatan tersebut perlu dilakukan serangkaian kegiatan analisis dan kajian kurikulum, khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
  1. B. Landasan Yuridis
    Kegiatan kajian ini dilaksanakan berdasarkan landasan yuridis sebagai berikut:

    1. Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
      Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1).
    2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar
      Nasional Pendidikan.
    3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006
      Tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
    4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006
      Tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Pendidikan Dasar dan Menengah.
    5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2006
      Tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Pendidikan Dasar dan Menengah.
    6. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Tahun
      2005-2009.
    7. Baca Selengkapnya Silahkan Download Saja Dibawah Ini :
      1. File Bentuk PDF
      2. File Bentuk ZIP


Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Senin, Desember 28, 2009

KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM MATA PELAJARAN BAHASA

KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM MATA PELAJARAN BAHASA


  1. .LATAR BELAKANG

    1. Arus globalisasi dan keterbukaan serta kemajuan dunia informasi dan komunikasi menjadi tantangan yang harus dihadapi dunia pendidikan nasional Indonesia untuk menghasilkan generasi muda yang tangguh dan mampu bersaing dengan bangsa sendiri maupun dengan bangsa lain, di dalam maupun di luar negeri. Untuk itu, perlu dirancang sistem pendidikan nasional, dari tingkat pendidikan prasekolah sampai dengan pendidikan tinggi, yang relevan dengan tuntutan kehidupan dan dunia kerja serta kemajuan ilmu pengetahuan, di masa kini dan yang akan datang.

  1. Salah satu dimensi yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan dunia pendidikan nasional di masa depan adalah kebijakan mengenai kurikulum pendidikan dasar dan menengah, karena kebijakan ini menjadi dasar bagi pelaksanaan proses pembelajaran di setiap satuan pendidikan. Sistem pendidikan nasional harus mampu menghasilkan kurikulum yang berpotensi menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, demokratis, dan mampu bersaing sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan semua warga negara Indonesia.
  2. Agar lulusan pendidikan nasional memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif sesuai standar mutu nasional dan internasional, kurikulum di masa depan perlu dirancang sedini mungkin. Namun untuk itu perlu dilakukan dahulu kajian terhadap kebijakan yang terkait dengan kurikulum yang berlaku pada saat ini. Kajian saat ini difokuskan pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang termuat di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006.
  1. .LANDASAN YURIDIS

    1. Sebagai landasan kegiatan ini adalah UU No. 3 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, terutama Bab X tentang Kurikulum yang dicakup dalam Pasal 36, 37, dan 38. Pasal 36 menyebutkan bahwa (1) pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, (2) kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik, dan (3) kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan peningkatan iman dan takwa; peningkatan akhlak mulia; peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik; keragaman potensi daerah dan lingkungan; tuntutan pembangunan daerah dan nasional; tuntutan dunia kerja; perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; agama; dinamika perkembangan global; dan persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.

    2. Baca Selengkapnya Silahkan Download saja di bawah ini :
      1. File Bentuk PDF
      2. File Bentuk ZIP


Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA

KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA


  1. . LATAR BELAKANG.

    Kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia saat ini masih sangat rendah jika dibandingkan dengan negara lain bahkan dengan sesama Negara anggota ASEAN. Salah satu faktor utama rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia ini terutama yang berhubungan dengan dunia pendidikan nasional. Program pendidikan yang dirancang sebelumnya belum berhasil menjawab harapan dan tantangan masa kini maupun di masa depan.
    Dalam memenuhi harapan dan tantangan di masa depan, pendidikan merupakan sesuatu yang sangat berharga dan dibutuhkan. Pendidikan di masa depan begitu penting dan memainkan peranan yang sangat fundamental di mana cita-cita suatu bangsa dan negara dapat diraih. Bagi masyarakat suatu bangsa, pendidikan merupakan suatu kebutuhan mendasar dan menentukan masa depannya.
  1. Menghadapi masa depan yang sudah pasti diisi dengan arus globalisasi dan keterbukaan serta kemajuan dunia informasi dan komunikasi, pendidikan akan semakin dihadapkan terhadap berbagai tantangan dan permasalahan yang lebih kompleks daripada masa sekarang atau sebelumnya. Dunia pendidikan nasional perlu dirancang agar mampu melahirkan generasi atau sumber daya manusia yang memiliki keunggulan pada era globalisasi dan keterbukaan arus informasi dan kemajuan alat komunikasi yang luar biasa.
  2. Dalam membangun pendidikan di masa depan perlu dirancang sistem pendidikan yang dapat menjawab harapan dan tantangan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Sistem pendidikan yang dibangun tersebut perlu berkesinambungan dari pendidikan prasekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
  3. Salah satu dimensi yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan dunia pendidikan nasional di masa depan adalah kebijakan mengenai kurikulum. Kurikulum merupakan jantungnya dunia pendidikan. Untuk itu, kurikulum di mnasa depan perlu dirancang dan disempurnakan sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan secara nasional dan sekaligus meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia. Mutu penddikan yang tinggi diperlukan untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, demokratis, dan mampu bersaing sehingga diharapkan dapat meningkan kesejahteraan semua warga negara Indonesia.
  4. Kesejahteraan bangsa Indonesia di masa depan tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam dan modal yang bersifat fisik, tetapi bersumber pada modal intelektual, modal sosial, dan kredibilitas sehingga tuntutan untuk terus menerus memmutakhirkan pengetahuan menjadi suatu keharusan. Mutu lulusan tidak cukup
    bila diukur dengan standar lokal saja, sebab perubahan global telah sangat besar mempengaruhi perkembangan ekonomi suatu bangsa. Terlebih lagi, industri baru dikembangkan dengan berbasis kompetensi tingkat tinggi, maka bangsa yang berhasil adalah bangsa yang berpendidikan dengan standar mutu yang tinggi. Dengan demikian, fungsi pendidikan sebagai hak asasi manusia yang mendasar, modal ekonomi, sosial dan politik; alat pemberdayaan kelompok masyarakat yang kurang beruntung, landasan budaya damai, dan sebagai jalan menuju mayarakat belajar sepanjang hayat, sesungguhnya merupakan langkah penting bagi pembangunan kualitas sebuah bangsa yang berbudaya dan berkarakter.

  5. Baca Selengkapnya Silahkan Download di bawah ini :
    1. File Bentuk PDF
    2. File Bentuk DOC

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Jumat, Desember 25, 2009

KISI-KISI SOAL UASBN SD/MI 2009/2010


KISI-KISI SOAL UASBN SD/MI T.PELAJARAN 2009/2010
  1. .Kisi-Kisi Soal Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) SD/MI

    1. .BAHASA INDONESIA SD/MI

      1. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

        1. .Membaca
          Membaca berbagai teks nonsastra berupa teks sederhana, laporan, dan rubrik khusus, serta berbagai karya sastra berupa puisi anak, dongeng, cerita anak-anak, dan drama anak-anak.

      2. KEMAMPUAN YANG DIUJI
        Menentukan isi bacaan
        Menentukan unsur intrinsik dongeng
        Menentukan isi laporan
        Menentukan isi tersurat/ tersirat dari rubrik yang dibaca
        Memahami unsur instrinsik puisi
        Menentukan unsur intrinsik drama anak-anak


  1. INDIKATOR
  2. Disajikan teks nonsastra 3 – 4 paragraf, siswa dapat:
    - menjawab pertanyaan apa
    - menjawab pertanyaan bagaimana
    - menjawab pertanyaan di mana
    - menjawab pertanyaan mengapa
    - menyimpulkan isi bacaan
  3. Disajikan cuplikan cerita rakyat, siswa dapat menentukan:
    - Latar cerita
    - Watak salah satu tokoh dalam cerita
    - Amanat dalam cerita
  4. Disajikan cuplikan dongeng, siswa
    dapat menentukan perbedaan watak dua tokoh dalam dongeng Disajikan laporan, siswa dapat menentukan topiknya
  5. Disajikan cuplikan rubrik khusus dari media cetak,
    siswa dapat menentukan isi/pesannya
  6. Disajikan puisi anak-anak,
    siswa dapat menentukan:
    - Amanatnya
    - Makna salah satu kata dalam puisi
  7. Disajikan cuplikan teks drama anak-anak, siswa dapat menentukan amanatnya
  8. Selengkapnya silahkan DOWNLOAD dibawah ini
    2. File dalam bentuk PDF

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Jumat, Desember 04, 2009

KISI-KISI UJIAN NASIONAL SMK T.PEL 2009/2010

KISI-KISI UJIAN NASIONAL SMK T.PEL 2009/2010

  1. Kisi-Kisi Soal Ujian Nasional SMK

    1. BAHASA INDONESIA SMK
      STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

      1. MEMBACA
        Memahami isi berbagai bentuk wacana nonsastra seperti berbagai teks bacaan dari media cetak, laporan, petunjuk kerja, aturan, otobiografi, biografi, grafik, matriks, bagan, diagram, denah, dan jadwal serta menanggapi
        isinya secara kritis.
      2. MENULIS
        Menulis proposal dan berbagai jenis karangan, surat, dan membuat berbagai laporan
        Mengapresiasikan seni berbahasa seperti iklan, lirik lagu, dan sastra
        (teks prosa, puisi, dan drama)


KEMAMPUAN YANG DIUJI
  1. Membaca
    Menentukan isi dan unsur paragraf
    Menentukan kalimat berbentuk opini
    Menentukan jenis laporan
    Menentukan isi petunjuk kerja
    Menyimpulkan isi laporan
    Menentukan isi grafik dan matriks
    Menentukan tanggapan yang logis dan yang sesuai dengan isi paragraf
    Menentukan makna istilah dalam paragraf
    Menentukan kalimat pertanyaan sesuai isi yang benar
    Menentukan isi riwayat hidup (biografi/otobiografi)
  2. Menulis
    Menulis/melengkapi karangan
    Melengkapi bagian proposal
    Menentukan kesesuaian bagian-bagian proposal
    Menentukan jenis karangan
    Menentukan kalimat yang menyatakan hubungan perbandingan dalam paragraf
    Menentukan penulisan kata dan pilihan kata (diksi)
    Menentukan kerangka karangan
    Menentukan kalimat efektif dalam karangan
    Menyusun topik karangan yang diacak
    Melengkapi paragraf rumpang dalam suatu karangan
    Menentukan ungkapan berdasarkan ilustrasi karangan
    Menentukan bagian-bagian surat berita keluarga
    Menentukan jenis surat
    Menentukan kalimat penutup surat permohonan
    Menentukan isi surat perjanjian jual beli
    Menentukan isi prakata (kata pengantar)
    Menentukan kalimat pembuka surat lamaran pekerja
    Menyunting kalimat laporan
    Menyusun sebuah catatan kaki
    Menentukan isi catatan hasil rapat
    Melengkapi bagian-bagian isi surat kuasa

    Menentukan makna kalimat poster
    Menentukan makna ungkapan dalam lirik lagu
    Menentukan peribahasa sesuai ilustrasi
    Menentukan unsur intrinsik dalam puisi
    Menentukan unsur intrinsik penggalan cerpen, roman, novel
    Menentukan unsur ekstrinsik penggalan novel
    Melengkapi naskah drama dan memahami isinya

  3. BAHASA INGGRIS SMP/MTs

    1. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
    2. LISTENING (Mendengarkan)
      Memahami makna dalam wacana lisan interpersonal, transaksional dan teks fungsional pendek berkaitan dengan kehidupan
      sehari-hari, pekerjaan dan keprofesian.
    3. READING (Membaca)
      Memahami makna dalam wacana tulis interpersonal transaksional, dan teks fungsional pendek berkaitan dengan kehidupan
      sehari-hari, pekerjaan, dan keprofesian.

  4. Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD di bawah ini
    1. File dalam bentuk WORD(DOC)
    2. File dalam bentuk PDF

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

KISI-KISI UJIAN NASIONAL SMP/MTs T.PEL 2009/2010

KISI-KISI UJIAN NASIONAL SMP/MTs T.PEL 2009/2010

  1. Kisi-Kisi Soal Ujian Nasional SMP/MTs.

    1. BAHASA INDONESIA SMP/MTs

      STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

      1. MEMBACA
        Membaca dan memahami berbagai ragam wacana tulis (artikel, berita, opini/tajuk, tabel, bagan, grafik, peta, denah), berbagai karya sastra berbentuk puisi, cerpen, novel, dan drama.
      2. MENULIS
        Menulis karangan nonsastra dengan menggunakan kosakata yang bervariasi dan efektif dalam bentuk buku harian, surat resmi, surat pribadi, pesan singkat, laporan, petunjuk, rangkuman,
        slogan dan poster, iklan baris, teks pidato, karya ilmiah, dan menyunting serta menulis karya sastra puisi dan drama.


KEMAMPUAN YANG DIUJI
  1. Membaca
    Menentukan isi dan bagian suatu paragraf
    Menentukan kritik terhadap isi bacaan
    Menentukan isi dan penyajian teks berita, opini/tajuk
    Menentukan kalimat fakta/pendapat
    Menyimpulkan isi paragraf
    Menentukan isi tajuk
    Menyimpulkan isi grafik, tabel, bagan, peta, denah
    Menentukan unsur intrinsik puisi
    Menentukan unsur intrinsik drama
    Menentukan perbedaan unsur intrinsik beberapa novel
    Menentukan unsur intrinsik cerpen
  2. Menulis
    Menulis catatan pengalaman pada buku harian
    Menentukan isi pesan singkat sesuai konteks
    Menulis/menentukan paragraf laporan
    Menulis/melengkapi surat pribadi
    Menulis/melengkapi surat resmi
    Menulis/menentukan rangkuman
    Menulis/menentukan slogan
    Menulis/melengkapi petunjuk melakukan sesuatu
    Menulis/melengkapi kutipan pidato
    Menentukan unsur karya ilmiah (perumusan permasalahan karya ilmiah, latar belakang karya ilmiah)
    Menyunting kalimat, ejaan/tanda baca, pilihan kata
    Menulis/melengkapi drama
    Menulis/melengkapi puisi
    Menulis/melengkapi pantun

  3. BAHASA INGGRIS SMP/MTs

    1. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
    2. READING (Membaca)
      Memahami makna dalam wacana tertulis pendek baik teks
      fungsional maupun esai sederhana berbentuk deskriptif (descriptive, procedure, maupun report) dan naratif (narrative dan recount) dalam konteks kehidupan sehari- hari.

  4. Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD di bawah ini
    1. File dalam bentuk WORD (DOC)
    2. File dalam bentuk PDF

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Kamis, Desember 03, 2009

KISI-KISI UJIAN NASIONAL SMA/MA T.PEL 2009/2010


KISI-KISI UJIAN NASIONAL SMA/MA T.PEL 2009/2010

  1. Kisi-Kisi Soal Ujian Nasional SMA/MA

    1. BAHASA INDONESIA SMA/MA (PROGRAM BAHASA)
      STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

      1. Membaca
        Memahami secara kritis berbagai jenis wacana tulis/teks nonsastra dan nonteks (berbentuk grafik/tabel) artikel, tajuk rencana, laporan, karya ilmiah, teks esai, biografi, pidato,
        dan berbagai jenis paragraf (naratif, deskriptif, argumentatif, eksposisi, dan persuasif).
      2. Menulis
        Mengungkapkan gagasan, pendapat, perasaan, informasi dalam bentuk teks naratif, deskriptif, eksposisi, argumentatif, persuasif, teks pidato, artikel, proposal, surat dinas, surat dagang, rangkuman, ringkasan, notulen, laporan, dan karya ilmiah dengan mempertimbangkan kesesuaian isi dengan konteks, kepaduan, ketepatan struktur, ejaan, pilihan kata, dan menyunting berbagai jenis wacana tulis.
      3. Kebahasaan
        Menguasai berbagai komponen kebahasaan dalam berbagai bentuk tulisan.
KEMAMPUAN YANG DIUJI
  1. Membaca
    Menentukan ide pokok, fakta, dan opini paragraf
    Menentukan rangkuman, kalimat pernyataan, dan kalimat pertanyaan sesuai dengan isi paragraf artikel
    Menentukan isi teks biografi
    Menentukan jawaban pertanyaan dan simpulan teks
    Menentukan masalah, opini, dan keberpihakan penulis tajuk rencana
    Menentukan pernyataan yang tepat dan simpulan isi grafik/tabel
    Menentukan persamaan isi dan gagasan penulis tajuk rencana/editorial
    Menentukan kalimat utama dan kalimat sumbang dalam paragraf
    Menentukan kalimat persuasif dalam teks pidato
  2. Menulis
    Melengkapi paragraf deskriptif yang rumpang
    Menyusun kalimat menjadi sebuah paragraf eksposisi
    Menentukan kalimat penjelas sesuai dengan topik paragraf argumentasi
    Melengkapi paragraf rumpang
    Menentukan rangkuman dialog
    Menentukan kalimat simpulan dalam notulen
    Menentukan kalimat yang tepat dalam surat lamaran pekerjaan
    Memperbaiki kalimat yang tidak efektif
  3. Kebahasaan
    Menggunakan kata berimbuhan, frasa
    Menentukan pola kalimat
    Melengkapi kalimat dengan klausa
    Memperbaiki ragam kalimat yang tidak resmi
    Menggunakan kata majemuk, kata bermakna konotasi, kata bermakna kias, dan kata bermakna umum/khusus dalam kalimat
Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD Saja di bawah ini
1. File dalam bentuk WORD (DOC)  
2. File dalam bentuk PDF

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner