Sidebar atas

Senin, Juli 11, 2011

SOAL UJIAN NASIONAL BAHASA INDONESIA SLTP 1994

SOAL UJIAN NASIONAL BAHASA INDONESIA SLTP 1994

JUMLAH PENDUDUK
          Sebagai salah seorang anggota keluarga, kamu dapat menghitung jumlah keluarga di rumahmu. Misalnya, di rumahmu ada ayah, ibu, dua orang adik, nenek, dan kakekmu. Berarti di rumahmu ada tujuh orang. Cukup banyak orang di rumahmu, bukan!
          Coba kamu perhatikan lingkungan tempat tinggalmu! Dapatkah kamu menghitung? Tentu saja dapat, hanya saja memerlukan waktu cukup lama karena cukup banyak jumlahnya. Apabila kalau kamu menghitung banyaknya penduduk di kampungmu atau penduduk di seluruh kepulauan Indonesia. Tidak cukup waktu satu-dua hari untuk menghitungnya, melainkan berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan, karena kamu harus mendatangi rumah setiap penduduk,
          Suatu cara untuk menghitung jumlah penduduk di suatu tempat adalah dengan jalan yang biasa disebut sensus atau cacah jiwa. Dengan cacah jiwa, jumlah penduduk di suatu tempat dapat diketahui dengan pasti. Cacah jiwa dilakukan mulai dari perhitungan jumlah penduduk di tiap keluarga sampai dengan jumlah penduduk di seluruh desa, bahkan jumlah penduduk suatu negara.
          Dengan mengetahui jumlah anggota keluarga, kepala keluarga dapat mengatur kehidupan anggota keluarganya, baik biaya hidupnya, biaya pendidikan anak-anaknya, maupun biaya-biaya lainnya. Demikian juga halnya dengan pemerintah. Dengan mengetahui jumlah penduduk pemerintah dapat mengatur kehidupan penduduknya sehingga memperoleh kehidupan yang layak. Kalau penduduk terlalu padat, mereka harus mencari tempat lain sehingga memperoleh hidup yang layak.
          Kota-kota besar biasa lebih padat penduduk-nya daripada kota kecil atau desa. Rumah-rumah di desa berjauhan. Banyak lahan yang masih kosong yang dapat digarap untuk pertanian. Penduduknya pun tidak banyak. Kalau kamu masuk ke balai desa atau kantor lurah, kamu dapat melihat jumlah penduduk yang tertera di papan data penduduk. Angka-angka yang tertera di sana merupakan hasil cacah jiwa penduduk di desa itu. Berdasarkan hasil cacah jiwa itu, kepala desa atau lurah dapat merencanakan pembangunan daerahnya, guna kesejahteraan penduduknya.
Dikutip dari: Pandai Berbahasa Indonesia 5c Depdikbud RI
EBTANAS-94-01
Apa gunanya sensus? Sensus berguna untuk ...
  • A. mengetahui jumlah penduduk di suatu tempat
  • B. menghitung jumlah penduduk di suatu negara 
  • C. mengetahui jumlah keluarga di suatu tempat 
  • D. menghitung jumlah penduduk di suatu tempat
EBTANAS-94-02
Dimana masih banyak terdapat lahan yang kosong?
  • A. Di setiap daerah masih banyak terdapat lahan yang kosong
  • B. Di kota masih banyak terdapat lahan yang kosong
  • C. Di desa masih banyak terdapat lahan yang kosong
  • D. Di kota dan di desa masih banyak terdapat lahan yang kosong
EBTANAS-94-03
Mengapa pemerintah harus mengatur kehidupanpenduduknya?
Pemerintah harus mengatur kehidupan penduduknya agar ...
  • A. penduduk tidak menjadi padat
  • B. jumlah anggota keluarga menjadi berkurang
  • C. pembangunan berjalan lancar
  • D. mereka memperoleh kehjdupan yang layak
EBTANAS-94-04
Bagaimana keadaan penduduk di desa? Keadaan penduduk di desa ...
  • A. lebih padat daripada penduduk kota
  • B. tidak sepadat penduduk kota
  • C. lebih kaya daripada penduduk kota
  • D. tidak selayak penduduk kota
EBTANAS-94-05
Kalimat utama paragraf kelima adalah ...
  • A. Berdasarkan hasil cacah jiwa itu kepala desa merencanakan pembangunan di daerahnya
  • B. Angka-angka yang tertera di sana merupakan hasil cacah jiwa penduduk di desa itu
  • C. Kota-kota besar biasanya lebih padat penduduknya daripada kota kecil atau di desa
  • D. Banyak lahan yang masih kosong yang dapatdigarap untuk pertanian
EBTANAS-94-06
Karet merupakan ... untuk ban.Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat di atas adalah ...
  • A. produksi
  • B. ramuan
  • C. alat
  • D. bahan baku
Dan Seterusnya ....???
Baca Selengkapnya Silahkan Ambil File Dibawah Ini:
1.Dalam Format PDF
2.Dalam Format DOC

Riyadhus Shalihin
-Imam An-Nawawi-
Bab 6: Ketaqwaan
Pertama: Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم ditanya: "Ya Rasulullah, siapakah orang yang semulia-mulianya?"Beliau صلی الله عليه وسلم bersabda: "Yaitu orang yang bertaqwa di antara engkau semua.Orang-orang berkata: "Bukan ini yang kita tanyakan." Beliau صلی الله عليه وسلم, menjawab: "Kalau begitu ialah Nabi Yusuf, ia adalah Nabiullah, putera Nabiullah dan inipun putera Nabiullah pula dan ini adalah putera khalilullah - kekasih Allah yakni bahwa Nabi Yusuf itu adalah putera Nabi Ya'qub putera Nabi Ishaq putera Nabi Ibrahim yaitu Khalilullah."
Orang-orang berkata lagi: "Bukan ini yang kita tanyakan." Beliau صلی الله عليه وسلم menjawab pula: "Jadi tentang orang-orang yang merupakan pelikan-pelikan - pembesar-pembesar - dari bangsa Arab yang engkau semua tanyakan padaku? Orang-orang yang merupakan pilihan di antara bangsa Arab itu di zaman Jahiliyah, itu pulalah yang merupakan orang-orang pilihan di zaman Islam, jikalau mereka mengerti hukum-hukum agama." (Muttafaq 'alaih)
Lafaz Faquhuu jika dibaca dengan didhammahkan qafnya adalah masyhur, tetapi ada yang mengatakan dengan mengkasrahkan qaf, lalu dibaca Faqihuu, artinya ialah "mengerti akan hukum-hukum syara'."

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Tidak ada komentar :

Posting Komentar